bytedaily - NASA mengumumkan pergeseran fokus misi mereka ke Planet Mars dengan rencana ambisius untuk meluncurkan wahana antariksa bertenaga nuklir pada tahun 2028. Administrator NASA, Jared Isaacman, memperkenalkan konsep misi 'Space Reactor-1 Freedom' (SR-1 Freedom), yang akan menjadi pionir dalam penggunaan teknologi propulsi listrik nuklir di luar angkasa. Teknologi ini menjanjikan efisiensi luar biasa untuk eksplorasi ruang angkasa jarak jauh, meskipun juga menghadirkan tantangan desain kompleks dan potensi biaya tinggi.
Lebih dari sekadar demonstrasi propulsi, ISR-1 Freedom dirancang untuk melanjutkan warisan eksplorasi Mars yang dimulai oleh helikopter Ingenuity. Misi ini akan melibatkan pendaratan helikopter di permukaan Mars, yang diharapkan dapat mengikuti jejak penerbangan terkendali pertama di planet merah tersebut. Kesuksesan misi ini juga akan menjadi fondasi penting bagi rencana NASA untuk mengembangkan reaktor fusi di permukaan Bulan yang ditargetkan beroperasi pada dekade 2030-an, menyediakan sumber energi berkelanjutan untuk pangkalan bulan.
Menanggapi potensi kekhawatiran publik, Steven Sinacore, pejabat eksekutif program NASA, menekankan pentingnya edukasi mengenai keamanan reaktor nuklir di luar angkasa. Ia menjelaskan bahwa reaktor akan nonaktif dan aman dari radiasi saat berada di permukaan, serta baru beroperasi saat di antariksa. Isaacman juga mengindikasikan adanya penundaan dalam pembangunan stasiun luar angkasa di Bulan dan penyesuaian pada rencana kerja sama internasional untuk stasiun Gateway, demi mengalokasikan sumber daya untuk pengembangan pangkalan bulan yang lebih cepat dan peningkatan jumlah pendaratan robotik bulanan.