bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Nestle Indonesia Komitmen Ekspor Kopi ke Australia Rp10 Triliun dalam Tiga Tahun

Redaksi 16 Oktober 2026 3 views
Nestle Indonesia Komitmen Ekspor Kopi ke Australia Rp10 Triliun dalam Tiga Tahun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor produk kopi PT Nestle Indonesia ke Melbourne, Australia. Nilai komitmen ekspor tersebut sedikitnya Rp10 triliun untuk tiga tahun mendatang.

Kerja sama ini diharapkan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia dan memperluas peran petani lokal dalam rantai pasok global. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut penguatan sektor hulu, terutama petani, dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan produktivitas.

Fajarini berharap kerja sama tersebut dapat menghubungkan program Desa Bisa Ekspor dengan rantai pasok global Nestle. Ia juga mengharapkan dampak positif bagi pengembangan produk pertanian lain, termasuk kopi, kakao, kelapa, dan susu. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10).

Presiden Direktur Nestle Indonesia Georgios Badaro memperkirakan ekspor produk jadi dari empat pabrik perusahaan di Indonesia akan melampaui 50 ribu ton hingga akhir 2026. Produk tersebut akan dikirim ke lebih dari 30 negara di tiga benua.

Menurut Badaro, Australia memilih Indonesia sebagai pemasok kopi siap minum atau ready-to-drink (RTD) karena kualitas dan daya saing produk. Nestle juga mengembangkan resep yang disesuaikan dengan kapasitas produksi lokal di sejumlah pasar.

Direktur Corporate Affairs Nestle Indonesia Fajar Dewantara menyampaikan bahwa perusahaan telah mendampingi sekitar 12.500 petani kopi di Lampung selama lebih dari 30 tahun. Kerja sama Nestle dengan peternak sapi perah di Jawa Timur telah berlangsung lebih dari 50 tahun.

Pelepasan ekspor berlangsung bersamaan dengan TEI yang digelar pada 14–18 Oktober 2026. Budi mengatakan, hingga saat ini terdapat 168 nota kesepahaman antara eksportir Indonesia dan importir dari 22 negara, dengan nilai US$13,2 miliar atau Rp236,37 triliun berdasarkan asumsi kurs Rp17.931 per dolar AS.

Pemerintah menargetkan transaksi TEI tahun ini mencapai US$17,5 miliar atau Rp313,79 triliun. Budi menjelaskan, persiapan acara telah dilakukan sejak setahun sebelumnya melalui penjajakan dan pencocokan bisnis dengan calon pembeli. Proses tersebut difasilitasi 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, termasuk atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Pada hari kedua TEI, pemerintah turut memfasilitasi penandatanganan 10 nota kesepahaman senilai Rp69 miliar yang melibatkan PT Astra International Tbk, pelaku UMKM, dan desa ekspor.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.