bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, New York City berencana mengembalikan fungsi taman di Central Park Avenue yang dulunya menjadi nama jalan tersebut. Awalnya, Central Park Avenue dinamai demikian karena memiliki taman di bagian tengahnya. Namun, pada tahun 1927, taman tersebut diperkecil menjadi median kecil untuk menambah ruang bagi kendaraan. Kini, kepemimpinan baru kota tersebut berupaya mengembalikan kondisi jalan seperti seratus tahun lalu.
Kantor pemeriksa kota (city comptroller) mengungkapkan dua rencana untuk mengurangi jumlah lajur lalu lintas di Central Park Avenue dan memperluas median kembali menjadi taman pejalan kaki seperti semula. Rencana yang dipublikasikan oleh pemeriksa kota Mark Levine ini akan membentang dari East 46th Street hingga East 57th Street, yaitu dari area midtown tempat jalan terbelah di sekitar Grand Central, hingga mendekati Central Park.
Kedua proposal mencakup jalur pejalan kaki di tengah Central Park Avenue, dilengkapi dengan area hijau, tempat duduk, dan instalasi seni. Salah satu proposal bahkan menambahkan jalur sepeda untuk memisahkan kendaraan roda dua dari lalu lintas kendaraan di sekitarnya. Rencana ini bertujuan untuk mengurangi dua lajur lalu lintas, memperluas trotoar, menciptakan hutan kota di median, serta menyediakan bangku dan ruang untuk kegiatan budaya.
Meskipun demikian, ada kekhawatiran mengenai desain yang menggabungkan jalur sepeda dan pejalan kaki dalam satu taman median. Meskipun jalur sepeda yang terlindungi secara fisik dari mobil adalah hal yang baik, kecepatan sepeda dapat mendekati kecepatan mobil, sehingga mengganti potensi kecelakaan antara sepeda dan mobil dengan pejalan kaki yang tertabrak sepeda dianggap kurang ideal. Opsi terbaik yang diusulkan adalah jalur sepeda di dalam median, namun terpisah secara signifikan dari lalu lintas pejalan kaki, misalnya di sisi lain penanam pot bunga dan dipisahkan oleh penghalang Jersey dari mobil.
Pengurangan lalu lintas di Central Park Avenue dan penggantiannya dengan jalur pejalan kaki dinilai sebagai ide yang fantastis, yang mengembalikan jalan tersebut ke tujuan awalnya saat masih bernama Fourth Avenue. Kota ini bahkan mempertimbangkan untuk membuka toko sementara atau venue musik di ruang hijau tersebut, memberikan lebih banyak alasan bagi masyarakat untuk mengunjungi salah satu jalan paling terkenal di New York City.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.