bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, minat investor di Indonesia terhadap aset global yang telah ditokenisasi dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Fenomena ini sejalan dengan pertumbuhan pesat pasar Real World Assets (RWA) secara global. Platform Bittime mencatat adanya lonjakan transaksi Tokenized US Stocks hingga 2,5 kali lipat pada Juli 2026 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Juni 2026.
Pertumbuhan transaksi ini terjadi di tengah pencapaian nilai pasar RWA global yang telah menyentuh angka 26,4 miliar dolar AS. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 380 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Data ini diungkapkan dalam gelaran Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 yang diselenggarakan pada 12-13 Agustus 2026.
RWA merujuk pada konsep tokenisasi aset dunia nyata dengan memanfaatkan teknologi blockchain. Konsep ini memungkinkan aset yang sebelumnya hanya ada dalam sistem keuangan konvensional untuk direpresentasikan dalam bentuk token digital. Perkembangan ini memperluas cakupan penggunaan blockchain, tidak lagi terbatas pada aset yang memang diciptakan sebagai aset digital sejak awal.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menjelaskan bahwa pertumbuhan RWA mengindikasikan adanya pergeseran fungsi blockchain dalam ekosistem keuangan. Teknologi ini kini mulai dimanfaatkan untuk membuka akses ke berbagai jenis aset yang sudah dikenal di pasar keuangan. Ryan menyatakan, perkembangan ini memberikan peluang bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap aset global melalui ekosistem digital yang semakin terintegrasi.
Di Indonesia, tren positif ini terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan Tokenized US Stocks. Bittime saat ini menawarkan 20 jenis Tokenized US Stocks hasil kolaborasi dengan Ondo Finance. Produk-produk tersebut mencakup token yang merepresentasikan saham perusahaan global ternama seperti SpaceX (SPCXON), Coinbase (COINON), AMD (AMDON), Amazon (AMZNON), dan Microsoft (MSFTON).
Lima Tokenized US Stocks yang paling diminati oleh pengguna Bittime adalah SPCX, NVDA, CRCL, MSTR, dan AAPL. Ryan menambahkan bahwa kenaikan volume transaksi ini mengindikasikan investor Indonesia mulai aktif menjajaki tokenisasi sebagai opsi alternatif untuk mengakses aset-aset global.
Meskipun aktivitas perdagangan menunjukkan peningkatan, pengembangan RWA masih menghadapi beberapa tantangan. Faktor-faktor seperti transparansi aset dasar token, kepastian regulasi, serta tingkat pemahaman investor menjadi penentu penting bagi keberlanjutan produk tokenisasi di masa depan. Ryan menekankan pentingnya pertumbuhan RWA berjalan selaras dengan penguatan regulasi, peningkatan transparansi, dan edukasi bagi investor.