bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Nippon Paint Akuisisi Bisnis Cat Dekoratif AkzoNobel di Asia Pasifik

Redaksi 09 Oktober 2026 6 views
Nippon Paint Akuisisi Bisnis Cat Dekoratif AkzoNobel di Asia Pasifik
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Nippon Paint Group meneken perjanjian definitif untuk membeli bisnis cat dekoratif AkzoNobel di sejumlah negara Asia Tenggara, Australia, dan Papua Nugini. Nilai transaksi tersebut mencapai 1,35 miliar dolar AS.

Perjanjian ditandatangani pada 3 Oktober 2026. Bisnis yang diakuisisi meliputi anak usaha cat dekoratif AkzoNobel di Vietnam, Malaysia, dan Singapura, serta bisnis serupa di Thailand, Australia, dan Papua Nugini. Di Indonesia, Nippon Paint akan mengambil alih seluruh kepemilikan bisnis cat dekoratif AkzoNobel yang kini beroperasi sebagai usaha patungan dengan mitra lokal.

Penyelesaian akuisisi di Indonesia diperkirakan berlangsung menjelang akhir 2026. Untuk negara lain, transaksi ditargetkan rampung pada pertengahan 2027. Proses tersebut masih memerlukan persetujuan regulator dan pemisahan bisnis yang menjadi objek transaksi dari AkzoNobel.

Transaksi ini akan membawa merek Dulux ke dalam portofolio Nippon Paint Group di Asia Tenggara. Akuisisi juga mencakup kemampuan manufaktur dan penelitian serta pengembangan, termasuk tiga fasilitas produksi dan satu pusat R&D di Malaysia. Nippon Paint menyatakan aset dan kemampuan tersebut berpotensi mendukung efisiensi manufaktur, rantai pasok, dan logistik.

Wee Siew Kim, Director, Representative Executive Officer & Co-President Nippon Paint Holdings Co., Ltd. sekaligus Group Chief Executive Officer NIPSEA Group, mengatakan akuisisi itu mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap masa depan bisnis, pasar, dan sumber daya manusianya. Ia juga menyebut Asia Tenggara sebagai kawasan dengan pertumbuhan yang tangguh dan menyambut bergabungnya bisnis AkzoNobel ke dalam grup.

Setelah transaksi selesai, Nippon Paint dan AkzoNobel akan bekerja sama dalam proses transisi untuk menjaga keberlangsungan operasional bisnis.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.