bytedaily - OpenAI secara mengejutkan mengumumkan penghentian pengembangan Sora, sebuah aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan video dari deskripsi teks. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pengamat teknologi, mengingat potensi besar Sora yang sempat menarik perhatian industri kreatif, termasuk raksasa hiburan seperti Disney.
Diluncurkan pada awal tahun 2024 dan mengalami perkembangan pesat sepanjang 2025, Sora dipandang sebagai lompatan signifikan OpenAI dalam ranah video generatif. Namun, perusahaan yang juga berada di balik ChatGPT ini mengumumkan perpisahannya dengan Sora melalui platform X. "Kami mengucapkan selamat tinggal pada Sora. Terima kasih kepada semua yang berkarya, berbagi, dan membangun komunitas bersama Sora. Apa yang kalian buat berarti, dan kami tahu kabar ini mengecewakan," demikian pernyataan resmi OpenAI.
Penutupan Sora juga berujung pada berakhirnya kolaborasi strategis dengan Disney, yang sebelumnya memberikan akses bagi OpenAI untuk memanfaatkan kekayaan intelektual (IP) Disney dalam platform videonya. Disney menyatakan menghormati keputusan OpenAI dan akan terus mencari kemitraan AI untuk menjangkau penggemar secara inovatif, sambil tetap memprioritaskan hak kekayaan intelektual.
Meskipun OpenAI tidak memberikan alasan resmi, banyak analis berspekulasi bahwa penutupan Sora dipicu oleh biaya operasional yang tinggi dari teknologi video generatif. Selain itu, fokus OpenAI pada persiapan penawaran umum perdana (IPO) pertamanya serta keinginan untuk memprioritaskan produk inti seperti ChatGPT dan model GPT terbaru nampaknya menjadi pertimbangan utama dalam mengalihkan sumber daya.