bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, investasi dan pengelolaan aset merupakan elemen krusial dalam menjamin keamanan perencanaan keuangan. Nasabah disarankan untuk tidak hanya mengumpulkan berbagai produk investasi, tetapi juga memastikan setiap aset yang dimiliki selaras dengan target keuangan, profil risiko, serta kebutuhan likuiditas yang ada.
Stephanie Kristanto, Premier Banking Segment Head OCBC, menekankan bahwa perencanaan kekayaan harus diawali dengan pemahaman mendalam mengenai tujuan finansial nasabah. Strategi pengelolaan dana untuk kebutuhan jangka pendek, misalnya, akan berbeda secara fundamental dengan persiapan dana pendidikan anak atau dana pensiun.
"Fokus utama dalam mengelola kekayaan bukan semata-mata pada jenis produk yang dimiliki, melainkan pada bagaimana setiap aset berkontribusi dalam pencapaian tujuan finansial nasabah," jelas Stephanie.
Menurut Stephanie, nasabah perlu memandang keseluruhan portofolio sebagai satu kesatuan yang utuh. Kepemilikan berbagai instrumen seperti deposito, obligasi, reksa dana, atau emas tidak secara otomatis menjamin portofolio yang terdiversifikasi dengan baik. Penting untuk memperhatikan karakteristik dan risiko masing-masing aset, termasuk tingkat likuiditas dan peran fungsionalnya dalam portofolio agar aset-aset tersebut dapat saling melengkapi, bukan sekadar menambah jumlah produk.
Selain itu, tinjauan portofolio secara berkala sangatlah esensial. Perubahan kondisi pasar, pergeseran kebutuhan finansial, atau perubahan tahapan kehidupan dapat menuntut penyesuaian strategi investasi yang sebelumnya telah ditetapkan.
Untuk memfasilitasi proses evaluasi ini, OCBC menyediakan fitur Wealth Report. Laporan ini dirancang untuk membantu nasabah bersama relationship manager (RM) dalam melakukan tinjauan investasi. Wealth Report berfungsi untuk memantau kondisi portofolio dan mengidentifikasi area yang berpotensi untuk dioptimalkan lebih lanjut.
Melalui evaluasi yang komprehensif, nasabah dapat memverifikasi kesesuaian komposisi aset yang dimiliki dengan tujuan finansial mereka. Penyesuaian strategi investasi pun dapat dilakukan seiring dengan perubahan kebutuhan atau dinamika pasar.
Stephanie menyimpulkan bahwa pendekatan ini menjadikan pengelolaan kekayaan lebih dari sekadar pemilihan produk investasi. Nasabah juga dituntut untuk memastikan bahwa seluruh aset yang mereka miliki memiliki peran yang jelas dan terdefinisi dalam mewujudkan rencana keuangan jangka panjang.