bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Optimalisasi Sumur Tua Dinilai Berpeluang Menambah Produksi Migas

Redaksi 15 Oktober 2026 3 views
Optimalisasi Sumur Tua Dinilai Berpeluang Menambah Produksi Migas
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pemanfaatan teknologi dan pengelolaan yang efisien dinilai dapat menjaga produktivitas lapangan migas lama serta membuka peluang penambahan produksi nasional.

Ahli ketahanan energi Universitas Indonesia Ali Ahmudi Achyak menilai PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dapat mengoptimalkan sumur tua sambil melanjutkan eksplorasi dan pengembangan sumur baru. Menurut dia, langkah tersebut dapat memanfaatkan aset yang masih berpotensi di tengah cadangan yang semakin terbatas. Ali menyampaikan hal itu kepada wartawan pada Rabu (14/10/2026).

Ali mengatakan penguasaan teknologi berperan dalam mempertahankan produktivitas lapangan. Penerapan enhanced oil recovery (EOR), menurut dia, dapat membantu mengoptimalkan cadangan yang tersisa. Ia juga menilai perkembangan kinerja PHE mencerminkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam teknologi, tata kelola, dan manajemen.

Optimalisasi sumur tua, lanjut Ali, dapat dilakukan bersamaan dengan eksplorasi dan pengembangan sumur baru serta pemberdayaan sumur masyarakat. Ia menilai berbagai upaya tersebut dapat menjadi pilihan untuk mendukung target produksi PHE.

Ali menjelaskan, teknologi baru berpeluang meningkatkan efisiensi pengelolaan sumur yang telah lama beroperasi. Dengan teknologi lama, penurunan produksi dapat membuat kegiatan sumur menjadi tidak ekonomis. Pemanfaatan teknologi yang lebih baru diharapkan dapat menekan sejumlah komponen biaya dan mempertahankan kelayakan produksi.

Hasil produksi dari pengelolaan sumur tersebut dijual kepada Pertamina dan menjadi bagian dari lifting migas. Ali menilai upaya untuk mengelola sumur tua patut diapresiasi sebagai bagian dari usaha mencapai target produksi.

Produktivitas lapangan tua juga terlihat pada operasi PHE Offshore Northwest Java (PHE ONWJ). Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade sebelumnya menyoroti kinerja lapangan itu setelah kunjungan kerja ke Perairan Utara Laut Jawa, Jawa Barat, pada Ahad (4/10/2026).

Lapangan yang beroperasi sejak 1969 tersebut masih mampu menjaga produktivitas meski telah mengalami peralihan pengelolaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sumur tua tetap dapat berkontribusi dengan dukungan teknologi, tata kelola, dan efisiensi operasi yang tepat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.