bytedaily - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 15 April 2026, berhasil ditutup dengan penguatan signifikan sebesar 2,34 persen atau 175,76 poin, mencapai level 7.675,95. Penguatan ini sebagian besar dipicu oleh optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, seiring dengan sentimen positif yang juga mewarnai bursa saham di kawasan Asia. Kelompok saham unggulan LQ45 turut mencatat kenaikan 2,41 persen, mengukuhkan tren positif perdagangan.
Analisis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa sinyal positif dari Presiden AS Donald Trump mengenai upaya kesepakatan Iran, yang disambut isyarat kesediaan negosiasi lanjutan dari Presiden Iran Pezeshkian, menjadi pendorong utama sentimen positif. Harapan akan meredanya ketegangan geopolitik ini diperkirakan akan berimbas pada penurunan harga minyak dunia, yang pada gilirannya dapat menekan laju inflasi dan mengurangi potensi pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral utama. Di sisi domestik, data pertumbuhan retail sales Februari 2026 yang melampaui ekspektasi, mencapai 6,5 persen (yoy) dibandingkan 5,7 persen (yoy) pada Januari 2026, turut memperkuat keyakinan akan ketahanan ekonomi Indonesia.
Pertumbuhan retail sales yang solid ini mengindikasikan aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, menunjukkan resiliensi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Sepuluh dari sebelas sektor sektoral IDX-IC tercatat menguat, dengan sektor infrastruktur memimpin lonjakan 5,45 persen, diikuti oleh sektor industri dan energi. Penguatan ini tercermin dari volume perdagangan yang mencapai 53,29 miliar lembar saham senilai Rp24,80 triliun, dengan 548 saham menguat, 151 melemah, dan 119 stagnan.