bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah penerbangan di beberapa bandara Indonesia dibatalkan pada Minggu (6/9) hingga Senin (7/9) akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik. Pakar dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan mengapa abu tersebut menjadi ancaman serius bagi pesawat terbang.
Daryono menegaskan bahwa abu vulkanik memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda dengan awan biasa. Partikel-partikel tersebut berupa fragmen batuan mikroskopis, silika (SiO2), serta kristal mineral dengan ujung tajam yang sangat abrasif, bukan tetesan air atau es.
Ketika pesawat melintasi awan abu pada kecepatan jelajah, gesekan partikel keras dapat mengikis permukaan kaca kokpit, mengaburkan pandangan, merusak sensor tekanan udara (pitot tube), serta mengikis bilah turbin dan lapisan pelindung mesin jet, menurut Daryono.
Pakar menyoroti risiko termal pada mesin turbofan. Suhu ruang bakar mesin jet dapat mencapai 1.400‑2.000 °C, melampaui titik leleh silika yang sekitar 1.100 °C. Jika partikel abu tersedot ke dalam mesin, silika akan meleleh, mengalir, lalu kembali mengeras menjadi kerak kaca di bagian turbin yang lebih dingin. Penumpukan kerak tersebut dapat menyumbat nosel aliran udara, mengganggu aerodinamika bilah turbin, hingga menyebabkan engine stall atau flameout.
Selain kerusakan mekanis, abu vulkanik juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem navigasi dan kelistrikan pesawat. Gesekan partikel halus pada kecepatan tinggi menghasilkan muatan listrik statis yang dapat memicu fenomena St. Elmo’s Fire pada kaca kokpit serta mengganggu frekuensi radio komunikasi.
Daryono menambahkan bahwa asam yang melekat pada abu vulkanik berpotensi menyebabkan korosi cepat pada komponen elektronik sensitif serta mencemari sistem pengkondisian udara kabin, yang tidak hanya mengancam instrumen penerbangan tetapi juga kesehatan kru dan penumpang.
BMKG juga menegaskan bahwa abu vulkanik merupakan material halus yang dapat terbawa angin jauh dari sumbernya. BMKG menyebutkan bahwa partikel abu dapat menurunkan jarak pandang pilot, mengikis kaca kokpit seperti amplas, serta berpotensi mematikan mesin pesawat bila masuk ke dalam ruang bakar yang panas.