bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Panduan Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Megathrust dan Tsunami

Redaksi 29 September 2026 8 views
Panduan Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Megathrust dan Tsunami
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indonesia berada di sekitar zona megathrust yang berpotensi memicu gempa kuat hingga tsunami. Karena gempa jenis ini tidak dapat diprediksi, masyarakat perlu mengenali risiko dan menyiapkan langkah mitigasi sebelum bencana terjadi.

Megathrust adalah sumber gempa di zona subduksi, yakni tempat dua lempeng tektonik bertemu dan salah satunya menunjam ke bawah lempeng lain. Pada kedalaman relatif dangkal, bagian lempeng dapat terkunci dalam waktu lama sehingga energi atau regangan menumpuk. BMKG menjelaskan bahwa akumulasi tersebut dapat memicu gempa kuat dengan bidang patahan yang luas.

BMKG menyatakan gempa akibat megathrust bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan. Gempa baru dapat dideteksi setelah getaran dan guncangan berlangsung. Dalam skenario terburuk untuk segmen Aceh-Andaman, magnitudo gempa diperkirakan mencapai 9,2. Pantai Barat Sumatera berpotensi mengalami tsunami dengan ketinggian di garis pantai lebih dari 3 meter, bahkan lebih dari 10 meter di sejumlah lokasi. Guncangan maksimal diperkirakan mencapai VIII MMI.

Mitigasi di rumah dapat dimulai dengan menyiapkan bangunan yang tahan gempa. Hindari membangun di lahan rawan longsor, seperti area di bawah bukit. Periksa kekuatan struktur lahan dan fondasi, kurangi perabot yang digantung, perbaiki atap atau dinding yang retak, serta pastikan instalasi gas dan listrik aman.

Masyarakat juga disarankan menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan darurat untuk membantu individu dan keluarga bertahan selama 72 jam pertama setelah bencana. Isinya dapat mencakup air minum, makanan, perlengkapan pertolongan pertama, obat-obatan, dokumen penting, senter, ponsel, dan peluit. Tas sebaiknya tidak terlalu besar atau berat agar mudah dibawa saat menyelamatkan diri.

Sebelum bencana, kenali jalur evakuasi, termasuk tangga atau pintu darurat di gedung, titik kumpul yang aman dari reruntuhan, serta jalur menuju tempat tinggi bagi warga di kawasan rawan tsunami.

Jika gempa terjadi, usahakan tetap tenang dan lakukan langkah merunduk, melindungi kepala, lalu berpegangan pada furnitur yang kokoh. Saat berada di luar ruangan, jauhi bangunan, tiang, pohon, reklame, jalan layang, jembatan, dan benda lain yang berisiko roboh.

Di dalam ruangan, lindungi kepala menggunakan benda yang tersedia, seperti helm atau buku tebal, maupun kedua tangan. Jauhi benda kaca dan segera berlindung jika bangunan mulai runtuh. Jika sedang berada di kendaraan, menepi dan berhenti apabila memungkinkan, lalu tetap berada di dalam sampai guncangan reda.

Setelah guncangan mereda, ikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul. Jauhi bangunan yang hampir runtuh serta area yang tercium bau gas atau bensin. Berikan pertolongan pertama kepada orang yang terluka dan hubungi kontak darurat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.