bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:42 WIB

ParagonCorp Jajaki Potensi Nilam Aceh untuk Inovasi Skincare Terbaru

Redaksi 21 Agustus 2026 5 views
ParagonCorp Jajaki Potensi Nilam Aceh untuk Inovasi Skincare Terbaru
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, ParagonCorp tengah mendalami potensi baru dari nilam Aceh untuk pengembangan aplikasi kosmetik, khususnya dalam produk skincare. Inisiatif ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC USK) dengan fokus pada penelitian patchouli alcohol crystal, sebuah komponen turunan minyak nilam Aceh.

Patchouli alcohol crystal kini dikaji sebagai kandidat natural active ingredient, sebuah langkah yang memperluas pemanfaatan nilam Aceh yang sebelumnya lebih dikenal sebagai bahan utama dalam industri wewangian.

Sebagai perusahaan yang mengidentifikasi diri sebagai 'purposeful beauty tech company', ParagonCorp menekankan pentingnya rasa ingin tahu ilmiah dalam proses inovasi. Pendekatan ini mendorong eksplorasi berkelanjutan terhadap sumber daya yang ada, melampaui pemanfaatan yang sudah diketahui.

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa, menyatakan bahwa satu penemuan riset sering kali memicu pertanyaan baru, yang menjadi dorongan bagi perusahaan untuk memperluas kajian terhadap nilam. "Dalam riset, satu pengetahuan sering kali membuka pertanyaan berikutnya. Ketika sebelumnya kami mempelajari patchouli dalam konteks fragrance, muncul pertanyaan lain, apakah masih ada potensi dari bahan yang sama yang belum kita pahami? Bagi ParagonCorp, rasa ingin tahu seperti inilah yang mendorong research untuk terus bergerak," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

Eksplorasi ini diharapkan dapat menempatkan nilam Aceh tidak hanya sebagai sumber bahan baku yang sudah dikenal, tetapi juga sebagai objek penelitian untuk membuka kemungkinan pengembangan bahan kosmetik baru.

Dalam kerja sama ini, ARC USK menyumbangkan keahliannya dalam penelitian nilam, minyak atsiri, dan bahan alam, sementara ParagonCorp berkontribusi melalui kapabilitas riset dan pengembangan kosmetik serta pemahaman mendalam mengenai kebutuhan industri kecantikan.

Perpaduan kedua keahlian ini memungkinkan kajian karakteristik dan potensi patchouli alcohol crystal secara lebih mendalam sebelum menentukan arah pengembangan lebih lanjut. Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya ParagonCorp untuk memandang sumber daya lokal bukan sekadar bahan baku, melainkan sebagai titik awal pembangunan pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Indonesia dianugerahi kekayaan bahan alam yang melimpah, termasuk nilam yang menjadi potensi sumber daya daerah seperti Aceh. Namun, untuk mengoptimalkan kekayaan ini, diperlukan proses yang menghubungkan sumber daya lokal dengan penelitian, bukti ilmiah, dan kapabilitas industri guna menciptakan nilai tambah bagi ekosistem nasional.

Kepala Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC USK), Syaifullah Muhammad, menambahkan bahwa eksplorasi bahan alam tidak berhenti pada satu manfaat yang diketahui. Ia menekankan bahwa pemahaman yang lebih mendalam terhadap suatu komponen dapat memunculkan pertanyaan baru yang mengarahkan penelitian selanjutnya. "Karena itu, kami melihat nilam bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai sumber pengetahuan dan peluang inovasi," ujarnya.

Saat ini, penelitian terhadap patchouli alcohol crystal masih dalam tahap eksplorasi. Selain menelaah potensinya sebagai kandidat bahan aktif alami untuk kosmetik, penelitian ini juga diarahkan untuk mengembangkan metode riset bahan aktif di masa depan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.