bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan listrik di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa magnitudo 7 pada Sabtu (15/8) kini berangsur pulih.
Awalnya, Bahlil mengakui adanya tantangan dalam mendistribusikan BBM ke beberapa lokasi akibat kendala infrastruktur pascagempa. Namun, ia memastikan bahwa persoalan tersebut kini telah mulai dapat diatasi.
Mengenai pasokan listrik, Bahlil menjelaskan bahwa belum seluruh wilayah NTT telah pulih sepenuhnya. Perlu waktu tambahan untuk mengalirkan listrik dari gardu induk yang telah selesai diperbaiki ke lokasi-lokasi tujuan.
Meskipun demikian, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja keras. Ia juga menyebutkan telah berkoordinasi langsung dengan Direktur Utama Pertamina dan PLN yang telah berada di lokasi bencana untuk penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) telah berhasil memulihkan 11 Gardu Induk (GI) yang terdampak gempa di Flores, NTT, dalam kurun waktu kurang dari 12 jam setelah kejadian, sehingga 11 GI tersebut kini beroperasi normal kembali.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga telah memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG di wilayah Flores tetap terjaga. Berdasarkan data terkini pada 15 Agustus 2026, dari total 52 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Flores, 32 SPBU telah kembali beroperasi, sedangkan 20 SPBU lainnya masih belum beroperasi karena terdampak langsung oleh bencana gempa.