bytedaily
Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:43 WIB

Pelatih Argentina Tanggapi Isu Favoritisme Wasit di Piala Dunia Sejak 1986

Redaksi 11 Juli 2026 3 views
Pelatih Argentina Tanggapi Isu Favoritisme Wasit di Piala Dunia Sejak 1986
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, memberikan tanggapannya terhadap tudingan yang kerap dialamatkan kepada timnya terkait dugaan diistimewakan oleh wasit dalam setiap gelaran Piala Dunia. Scaloni menyatakan bahwa anggapan ini sudah ada sejak Argentina memenangkan Piala Dunia tahun 1986 dan berlanjut hingga edisi Piala Dunia 2026.

Menurut Scaloni, seperti dikutip dari Marca, klaim bahwa wasit memiliki favoritisme terhadap Argentina bukanlah hal baru. Ia berpendapat bahwa Argentina merupakan salah satu tim yang selalu memberikan daya tarik pada turnamen, dan wajar jika ada pihak yang tidak menginginkan mereka meraih kemenangan.

Argentina memang selalu dianggap sebagai salah satu kandidat juara dalam turnamen sepak bola terbesar ini, mengingat rekam jejak mereka yang telah mengoleksi tiga gelar Piala Dunia pada tahun 1978, 1986, dan 2022. Pada Piala Dunia tahun ini yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Argentina berhasil menembus babak semifinal, meskipun perjalanan mereka diwarnai sejumlah kontroversi.

Banyak pihak menilai bahwa keputusan-keputusan wasit cenderung menguntungkan Lionel Messi dan rekan-rekannya. Scaloni mengakui bahwa ada banyak pihak yang tidak ingin Argentina menang, terutama setelah kemenangan mereka atas Mesir yang memicu perdebatan di dunia maya. Ia menambahkan bahwa para pemainnya menggunakan sentimen negatif tersebut sebagai motivasi.

Scaloni menekankan bahwa dengan adanya teknologi Video Assistant Referee (VAR), sangat sulit bagi wasit untuk memberikan bantuan kepada tim mana pun. Ia mencontohkan insiden yang melibatkan Lisandro Martinez, di mana terjadi pelanggaran namun tidak ada perubahan kepemilikan bola dan gol dianulir. Scaloni berpendapat bahwa media sosial memperbesar segala hal, namun ia menegaskan tidak ada favoritisme dan sangat sulit bagi wasit untuk memihak dalam era teknologi saat ini.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.