bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih Java United Fabio Lefundes mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan operator liga yang memindahkan pertandingan melawan Persija Jakarta ke Bali.
Masuk pekan ketiga kompetisi Super League, Java United dijadwalkan melakukan kunjungan ke markas Persija. Namun, karena Persija sedang menjalani sanksi Komdis PSSI yang melarang mereka menyelenggarakan laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, maupun Banten, penjadwalan ulang diperlukan.
Akibatnya, laga antara Persija dan Java United resmi dilangsungkan pada Sabtu, 19 September, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dan tanpa kehadiran suporter.
Dalam sesi konferensi pers, Lefundes menilai ketidakhadiran penonton tidak memberikan keuntungan bagi timnya. Ia lebih menginginkan pertandingan dapat berlangsung dengan kehadiran suporter, mengingat I‑League mengizinkan pendukung tim tamu asalkan rivalitas tidak tergolong keras.
"Pemindahan lokasi pertandingan berada di luar wewenang kami. Seharusnya pihak penyusun jadwal sudah mengantisipasi potensi masalah pada tanggal tersebut," ujar Lefundes pada Jumat, 18 September.
Ia menambahkan, "Secara pribadi saya lebih memilih laga ini digelar di kandang kami. Namun, karena keputusan bukan kami yang membuatnya, kami hanya dapat menunggu arahan resmi. Pilihan bermain di Bali tidak buruk karena fasilitas Stadion Kapten I Wayan Dipta memadai."
Lefundes juga menekankan pentingnya atmosfer stadion yang ramai bagi motivasi pemain. "Atmosfer dengan dukungan penonton, atau yang sering disebut pemain ke‑12, selalu menambah semangat anak asuh kami," katanya. "Sayangnya pada pertandingan melawan Persija nanti, kami tidak dapat merasakan hal tersebut."