bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Pembangunan Rusun Berbasis TOD di Stasiun Manggarai Dimulai Jumat Ini

Redaksi 21 Agustus 2026 3 views
Pembangunan Rusun Berbasis TOD di Stasiun Manggarai Dimulai Jumat Ini
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk pembangunan rumah susun (rusun) di area Stasiun Manggarai, Jakarta, dijadwalkan pada Jumat (21/8) pekan ini. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, telah meninjau langsung lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan rusun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Menurut Maruarar, groundbreaking akan dilaksanakan di Manggarai pada hari Jumat, setelah dirinya melakukan survei dua hari sebelumnya. Pembangunan rusun ini mengadopsi konsep Transit Oriented Development (TOD), yang menekankan keterhubungan dengan transportasi publik dan aktivitas perkotaan. Proyek hunian vertikal ini akan dibangun di Blok F dan Blok G Kawasan Stasiun Manggarai, memanfaatkan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI dengan total area pengembangan sekitar 21.939 meter persegi.

Kawasan ini telah ditetapkan sebagai Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1), yang memungkinkan pembangunan rumah susun. Desain bangunan akan memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), dengan batas ketinggian maksimal 151 meter. Pembangunan dirancang secara vertikal dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal 55 persen dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimal 11, serta ketinggian bangunan hingga 36 lantai.

Dari sisi konektivitas, kawasan hunian ini memiliki akses yang sangat dekat dengan Stasiun Manggarai, berjarak sekitar 400 meter atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama empat menit. Kawasan ini juga didukung oleh berbagai fasilitas umum dan sosial dalam radius sekitar tiga kilometer. Pengembangan ini akan menyediakan total 1.232 unit hunian yang terbagi dalam tiga menara utama, serta 150 unit ruang ritel untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal, yang terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.

Unit hunian yang disiapkan meliputi tiga tipe: Tipe 28 (Studio) seluas sekitar 28 meter persegi dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu; Tipe 36 seluas sekitar 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu; serta Tipe 45 seluas sekitar 45 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga. Hunian ini akan difasilitasi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan suku bunga 6 persen dan tenor hingga 40 tahun. Tahap awal pembangunan untuk Blok G dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026, sementara Blok F direncanakan menyusul pada Oktober 2026.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.