bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Taiwan Tawarkan Kolaborasi Pengembangan Pertanian Cerdas di Indonesia

Redaksi 21 Agustus 2026 3 views
Taiwan Tawarkan Kolaborasi Pengembangan Pertanian Cerdas di Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Taiwan telah mengajukan tawaran kerja sama kepada Indonesia untuk mengembangkan kawasan percontohan pertanian cerdas. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan ekspor produk pangan olahan Indonesia.

Kepala Departemen Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-Lung, menyatakan bahwa Taiwan memiliki keahlian dalam teknologi pertanian cerdas yang dinilai mampu mendukung sektor pertanian Indonesia. Ia optimis kerja sama ini akan berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekspor produk pangan olahan.

Dalam pertemuan yang digelar sebagai bagian dari Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbound Policy/NSP) Taiwan, Lin Chia-Lung berharap Indonesia dapat menyediakan lokasi untuk proyek percontohan tersebut. Taiwan siap menawarkan solusi terpadu untuk pengembangan pertanian di wilayah yang ditentukan.

Lebih lanjut, Lin Chia-Lung menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan produk untuk pasar ekspor melalui industri pertanian cerdas. Pengembangan kawasan percontohan ini akan menjadi ajang uji coba penerapan teknologi pertanian secara terintegrasi sebelum diperluas ke skala yang lebih besar, sekaligus memungkinkan penyesuaian teknologi dengan kebutuhan spesifik pertanian Indonesia.

Pertanian cerdas pada dasarnya mengintegrasikan teknologi dalam proses produksi pertanian untuk meningkatkan ketepatan pengelolaan budidaya dan menghasilkan produk yang lebih konsisten kualitasnya. Bagi Indonesia, pengembangan teknologi ini juga relevan dengan upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian, baik sebagai bahan baku maupun produk olahan bernilai ekonomi tinggi. Hal ini sejalan dengan dorongan Taiwan agar kerja sama pertanian juga diarahkan pada ekspor pangan olahan, di mana kualitas dan konsistensi produksi menjadi kunci.

Sebelumnya, Indonesia juga telah menjalin kerja sama pengembangan teknologi pertanian berbasis teknologi dengan mitra internasional lainnya, salah satunya melalui kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Korea Institute of Science and Technology (KIST), Korea Selatan, yang berfokus pada penyerapan nutrisi tanaman unggulan Indonesia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.