bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Pemulihan Listrik Pasca Gempa NTT Diapresiasi, Kunci Aktivitas Ekonomi

Redaksi 21 Agustus 2026 3 views
Pemulihan Listrik Pasca Gempa NTT Diapresiasi, Kunci Aktivitas Ekonomi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, pemulihan jaringan listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa dilaporkan berlangsung dengan cepat. Kecepatan ini dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat dan menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi di daerah yang terdampak bencana.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi, menyatakan bahwa seluruh gardu induk (GI) yang terdampak gempa di sistem kelistrikan Flores berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi dalam kurun waktu kurang dari 12 jam. Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8) sebelumnya sempat mengganggu sistem kelistrikan, menyebabkan 11 GI terdampak.

Kholid menekankan pentingnya kecepatan pemulihan kelistrikan, terutama dalam situasi pascabencana, karena listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Data menunjukkan bahwa hingga Ahad (16/8) pukul 09.00 WITA, 92 persen gardu distribusi di seluruh daratan Flores telah pulih. Selanjutnya, pada Selasa (18/8) sekitar pukul 17.00 WITA, seluruh pelanggan terdampak di Flores dilaporkan telah kembali teraliri listrik.

Lebih lanjut, Kholid menjelaskan bahwa pemulihan pasokan listrik memiliki dampak yang luas, tidak hanya mengembalikan layanan energi, tetapi juga menjadi penopang bagi masyarakat untuk melanjutkan aktivitas ekonomi. Dalam kondisi bencana, pemulihan listrik memastikan operasional rumah sakit, fasilitas pelayanan publik, posko bencana, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan kembali.

Ia menambahkan bahwa kecepatan pemulihan listrik di Flores mencerminkan pentingnya kesiapan infrastruktur energi dalam menghadapi risiko bencana. Gangguan pada infrastruktur strategis yang memerlukan waktu lama untuk pemulihannya dapat berdampak signifikan pada layanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.