bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Pembangunan Rusun di Stasiun Manggarai Dimulai Jumat Ini

Redaksi 21 Agustus 2026 2 views
Pembangunan Rusun di Stasiun Manggarai Dimulai Jumat Ini
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk pembangunan rumah susun (rusun) di area Stasiun Manggarai, Jakarta, dijadwalkan pada Jumat (21/8) mendatang.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait telah meninjau langsung lokasi pembangunan rusun yang akan didirikan di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Maruarar Sirait menyatakan bahwa groundbreaking akan dilaksanakan hari Jumat, setelah melakukan survei lokasi dua hari sebelumnya.

Pembangunan rusun ini mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD), yang berarti hunian tersebut akan terintegrasi dengan sistem transportasi publik dan aktivitas perkotaan.

Proyek hunian vertikal ini akan dibangun di Blok F dan Blok G Kawasan Stasiun Manggarai, memanfaatkan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI. Total area pengembangan mencakup sekitar 21.939 meter persegi, dengan rincian Blok F seluas 15.014 meter persegi dan Blok G seluas 6.925 meter persegi.

Kawasan ini telah ditetapkan sesuai peruntukan Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1), yang memungkinkan pembangunan rumah susun. Rancangan bangunan juga telah mempertimbangkan aspek keselamatan dan ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), dengan batas ketinggian maksimal 151 meter.

Desain bangunan akan dilakukan secara vertikal dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal 55 persen dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimal 11, serta ketinggian bangunan hingga 36 lantai.

Dari segi konektivitas, kawasan hunian ini berjarak sangat dekat dengan Stasiun Manggarai, yaitu sekitar 400 meter atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih empat menit. Kawasan ini juga didukung oleh berbagai fasilitas umum dan sosial dalam radius sekitar tiga kilometer.

Secara keseluruhan, pengembangan ini akan menyediakan 1.232 unit hunian yang akan tersebar di tiga menara utama. Selain itu, akan tersedia 150 unit ruang ritel untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal, terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.

Hunian yang disiapkan akan hadir dalam tiga tipe. Tipe 28 (Studio) memiliki luas sekitar 28 meter persegi, terdiri dari satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu. Tipe 36 memiliki luas sekitar 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu. Sementara itu, Tipe 45 memiliki luas sekitar 45 meter persegi, dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.

Pembiayaan hunian ini akan didukung melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan suku bunga 6 persen dan tenor hingga 40 tahun.

Pembangunan tahap awal untuk Blok G dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026, sementara pembangunan Blok F direncanakan menyusul pada Oktober 2026.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.