bytedaily
Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Pemerintah Alokasikan Rp44 Miliar untuk Penanganan Awal Pascagempa NTT

Redaksi 19 Agustus 2026 4 views
Pemerintah Alokasikan Rp44 Miliar untuk Penanganan Awal Pascagempa NTT
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp44 miliar untuk tahap awal penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dana tersebut merupakan dukungan awal dari pemerintah pusat untuk daerah yang terdampak bencana. Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi kecukupan anggaran berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan. "Kita lihat nanti. Saya bilang ke Pak Bupati, pakai dulu itu. Nanti kalau kurang, katakan ke kami, nanti kami laporkan ke Bapak Presiden. Nanti Presiden pasti akan menyiapkan anggaran lebih untuk daerah yang terkena bencana seperti ini," ungkap Purbaya.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan dilaporkan terus memantau kondisi keuangan pemerintah daerah yang terdampak bencana guna memastikan kebutuhan pendanaan terpenuhi sesuai situasi yang berkembang. Pemerintah pusat saat ini memprioritaskan penanganan pada tahap tanggap darurat, namun secara paralel juga mulai menghitung kebutuhan anggaran untuk tahap perbaikan dan pemulihan wilayah terdampak.

Purbaya menegaskan bahwa besaran dukungan pemerintah pusat selanjutnya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan bencana dan kebutuhan spesifik masing-masing daerah. Pemerintah juga terus memantau perkembangan di lapangan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk koordinasi yang lebih terpadu jika diperlukan.

Dalam fase tanggap darurat, pemerintah memastikan kelancaran distribusi bantuan, baik berupa logistik maupun pendanaan, kepada masyarakat terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disebut sebagai salah satu unsur utama dalam pelaksanaan penanganan bencana di daerah tersebut.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 tersebut terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA. Hingga Selasa (18/8), tercatat setidaknya 70 jiwa meninggal dunia dan 132 korban luka-luka. Selain itu, sebanyak 40.040 pengungsi dan 11.925 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.