bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pemerintah telah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi selama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini berlaku pada sejumlah periode, termasuk Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, serta libur sekolah. Stimulus mencakup transportasi udara, laut, kereta api, dan program mudik gratis dengan bus.
Dudy mengatakan, program tersebut dilaksanakan atas arahan Presiden Prabowo. Menurut dia, stimulus ditujukan untuk mendorong perekonomian nasional sekaligus mendukung pelayanan masyarakat selama bepergian.
Untuk kereta api, pemerintah memberikan diskon 30 persen pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kuota stimulusnya sebanyak 1.509.080 tempat duduk, untuk kereta ekonomi non-PSO dan non-perintis. Layanan tersebut menggunakan 156 kereta reguler dan 26 kereta tambahan. Tiket terjual mencapai 1.700.151, atau 113 persen dari kuota.
Pada periode Idul Fitri 2026, tiket kereta yang terjual tercatat 1.295.069 atau 100,78 persen dari kuota stimulus. Layanan ini didukung 156 kereta reguler dan 32 kereta tambahan. Sementara itu, pada libur sekolah 2026, tiket terjual sebanyak 1.303.191 atau 110,95 persen dari kuota, dengan 150 kereta reguler dan 26 kereta tambahan.
Di sektor laut, diskon tarif melayani 2.344.015 penumpang selama 2025–2026. Jumlah penumpang pada libur sekolah 2025, 5 Juni–31 Juli, mencapai 792.992 orang. Pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, 17 Desember 2025–10 Januari 2026, tercatat 405.751 penumpang. Angkutan Lebaran 2026, 11 Maret–5 April, melayani 468.966 penumpang, sedangkan libur sekolah 2026, 20 Juni–15 Agustus, melayani 676.306 penumpang. Layanan ini menggunakan 25 kapal PT Pelni yang melayani 25 trayek di 74 pelabuhan.
Untuk transportasi udara, pada Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 harga tiket turun rata-rata 10 persen dengan realisasi penumpang 3.020.127 orang. Pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, penurunan rata-rata harga tiket mencapai 13–14 persen dan jumlah penumpang tercatat 3.751.958 orang.
Selama angkutan Lebaran 2025, harga tiket pesawat turun rata-rata 13–14 persen dengan realisasi penumpang 3.149.024 orang. Pada angkutan Lebaran 2026, penurunan rata-rata harga tiket mencapai 17–18 persen, sementara jumlah penumpang tercatat 3.626.267 orang.