bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pemerintah menyiapkan satu juta ton beras untuk 33,2 juta penerima manfaat yang masuk desil 1 hingga 4. Bantuan untuk periode Oktober-Desember 2026 itu akan diberikan sekaligus, masing-masing sebanyak 30 kilogram per penerima. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan penyaluran telah disetujui dan prosesnya sedang berjalan.
Zulkifli menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri penyerahan bantuan pangan secara simbolis di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Ia berharap bantuan mulai dibagikan pada pekan setelah pernyataannya pada awal Oktober. Program ini ditujukan untuk menjaga kecukupan pangan dan membantu meringankan pengeluaran rumah tangga berpendapatan rendah.
Pemerintah juga menjalankan stabilisasi harga melalui beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp12.500 per kilogram. Alokasi SPHP ditambah satu juta ton hingga Maret 2027. Selain itu, pemerintah menambah 150 ribu ton SPHP jagung pakan hingga Desember 2026 untuk menjaga pasokan dan mengantisipasi potensi kemarau kering serta paceklik.
Dalam kegiatan di Kendari, bantuan diserahkan secara simbolis kepada 750 warga dari delapan kelurahan. Masing-masing menerima lima kilogram beras premium. Mereka merupakan warga yang belum memperoleh bantuan pada periode sebelumnya karena kendala pengambilan atau administrasi. Pemerintah kelurahan telah memverifikasi dan mengusulkan data penerima.
Pada penyaluran bantuan pangan periode Juli-September 2026, Sulawesi Tenggara mencatat 324.272 penerima dengan realisasi penyaluran 97,42 persen. Di Kota Kendari, jumlah penerima mencapai 27.660 orang dengan realisasi 97,31 persen. Keterjangkauan pangan di Kendari juga didukung Gerakan Pangan Murah yang digelar pemerintah provinsi dan kota bersama Perum BULOG.