bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:13 WIB

Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Percepatan Elektrifikasi Ribuan Desa

Redaksi 20 Juni 2026 13 views
Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Percepatan Elektrifikasi Ribuan Desa
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, meninjau langsung program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis di Dusun Krembeng, Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan listrik ke daerah pelosok yang belum terhubung dengan jaringan listrik negara.

Menurut Bahlil, ide program pemerataan listrik ini muncul dari diskusi dengan Presiden RI, yang menyoroti masih adanya ribuan desa dan dusun yang belum teraliri listrik. Data pemerintah mencatat terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum memiliki akses listrik, menandakan pemerataan pembangunan yang belum merata. Untuk mengatasi hal ini, program Lisdes terus diperluas guna memenuhi kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kementerian ESDM mencatat pada tahun 2025, pemerintah telah merealisasikan pembangunan kelistrikan di 1.361 lokasi dengan dukungan anggaran Rp 3,6 triliun. Untuk mempercepat penyediaan listrik di wilayah yang belum terjangkau, alokasi anggaran ditingkatkan menjadi sekitar Rp 10,3 triliun pada tahun 2026.

Bahlil menjelaskan bahwa pembangunan jaringan listrik di daerah terpencil seringkali tidak layak secara bisnis karena biaya investasi yang tinggi untuk melayani sedikit kepala keluarga. Ia mencontohkan, investasi untuk melayani sekitar 44 kepala keluarga bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya berhitung untung rugi, melainkan harus hadir melayani seluruh rakyat.

Menteri Bahlil juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan kondisi masyarakat yang belum memiliki listrik, karena ia sendiri lahir dan besar di kampung tanpa akses listrik. Ia menekankan pentingnya akses listrik sebagai infrastruktur dasar untuk mendukung pendidikan, akses informasi, digitalisasi, dan aktivitas masyarakat.

Program Lisdes sendiri mencakup dua skema utama, yaitu pembangunan infrastruktur jaringan listrik dan pemasangan listrik gratis melalui program BPBL. Bahlil menyatakan bahwa program untuk tahun 2025 hampir selesai dan sedang dalam tahap peresmian, sementara untuk tahun 2026, inventarisasi sedang dilakukan untuk eksekusi hingga 2027.

Salah satu penerima manfaat, Markamah (53), yang berprofesi sebagai penganyam bambu, menyampaikan rasa syukurnya atas tersedianya listrik mandiri di rumahnya. Sebelumnya, warga Dusun Krembeng hanya mengandalkan penerangan tradisional seperti sentir atau pelita di malam hari.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.