bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemerintah Tambah Rp15 Triliun untuk Dana Abadi LPDP

Redaksi 28 September 2026 5 views
Pemerintah Tambah Rp15 Triliun untuk Dana Abadi LPDP
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, pemerintah menambah Rp15 triliun ke dana abadi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga 31 Agustus 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk beasiswa, riset, dan pengembangan talenta nasional.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut dukungan APBN kepada LPDP sebagai investasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. LPDP telah mendanai 20.792 penerima beasiswa. Jika program kolaborasi turut dihitung, jumlah penerima manfaatnya melampaui 37 ribu orang.

Penguatan pendanaan juga ditujukan untuk mendukung kapasitas riset dan pengembangan talenta. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama LPDP memperkuat pendanaan penelitian melalui program beasiswa dan kerja sama internasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan penguatan riset menjadi perhatian pemerintah untuk memenuhi kebutuhan penelitian di perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa pengembangan riset dan talenta perlu didorong bersama agar investasi pendidikan dan penelitian memberi manfaat lebih besar bagi peningkatan kapasitas Indonesia.

Kemdiktisaintek berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan anggaran penelitian secara berkelanjutan hingga 2029. Kerja sama riset dan mobilitas pendidikan juga dijajaki dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri, termasuk Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Imperial College London.

Pengembangan talenta turut mencakup sektor kesehatan melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Pemerintah menargetkan 1.000 beasiswa PPDS, sedangkan LPDP saat ini mendukung sekitar 600 hingga 750 penerima.

Untuk mencapai target itu, Kemdiktisaintek mendorong pemerintah daerah dan perguruan tinggi swasta berpartisipasi melalui skema pendanaan bersama. Penerima beasiswa PPDS juga diarahkan memiliki komitmen penempatan setelah lulus guna mendukung kebutuhan dokter spesialis di berbagai wilayah.

Plt Direktur Utama LPDP Yon Arsal menyatakan pengembangan program riset akan tetap disertai ukuran capaian dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menyebut LPDP siap mendukung Kemdiktisaintek dan rutin berdiskusi dengan direktorat terkait.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.