bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Peneliti Identifikasi Spesies Penguin Gentoo Baru

Redaksi 28 September 2026 10 views
Peneliti Identifikasi Spesies Penguin Gentoo Baru
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, para ilmuwan mengidentifikasi spesies penguin gentoo baru bernama Pygoscelis kerguelensis. Spesies yang hidup di Kepulauan Kerguelen ini menjadi penguin baru pertama yang diberi nama dalam lebih dari 100 tahun.

Penelitian yang diterbitkan dalam Communications Biology itu dipimpin tim internasional, termasuk peneliti dari Chile dan Universitas California. Bukti genetik menunjukkan penguin gentoo yang sebelumnya dianggap satu spesies terdiri atas empat spesies berbeda.

Keempat spesies tersebut diperkirakan berevolusi dalam rentang 300.000 hingga 500.000 tahun. Isolasi geografis, terutama di wilayah peralihan Samudra Selatan dengan perubahan suhu dan salinitas yang tajam, berperan penting dalam proses tersebut.

Spesies gentoo yang teridentifikasi meliputi Pygoscelis ellsworthi di kawasan Antartika, Pygoscelis taeniata di perairan timur, Pygoscelis papua di Amerika Selatan bagian utara, serta Pygoscelis kerguelensis di wilayah tenggara dekat Garis Depan Kutub.

Secara kasatmata, Pygoscelis kerguelensis mirip dengan penguin gentoo lain: bagian bawah tubuhnya putih dan punggungnya hitam. Perbedaannya terlihat pada ukuran tubuh dan suara, sementara perbedaan genetiknya membuat spesies ini digolongkan sebagai spesies kriptik.

Kesimpulan penelitian didasarkan pada analisis genom lengkap 64 penguin dari 10 koloni perkembangbiakan. Pengambilan sampel tersebut mencakup hampir seluruh wilayah geografis penguin gentoo. Peneliti juga menemukan bahwa tiga populasi yang sebelumnya disebut subspesies memiliki perbedaan genetik yang cukup besar untuk diklasifikasikan sebagai spesies tersendiri.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.