bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 07:24 WIB

Peneliti Ungkap Mekanisme Pertahanan Antivirus Unik pada Anemon Laut

Redaksi 01 Juli 2026 8 views
Peneliti Ungkap Mekanisme Pertahanan Antivirus Unik pada Anemon Laut
Ilustrasi visual (Sumber referensi: sciencedaily.com)

bytedaily - Melansir laporan dari sciencedaily.com, para peneliti telah mengidentifikasi sebuah sistem pertahanan antivirus yang belum pernah diketahui sebelumnya pada anemon laut. Sistem ini bekerja dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan dengan mekanisme pertahanan yang digunakan manusia.

Penemuan ini menunjukkan bahwa evolusi telah menghasilkan berbagai cara untuk melawan virus, menantang pandangan lama mengenai bagaimana sistem kekebalan hewan berevolusi. Penelitian yang dipimpin oleh kandidat PhD Ton Sharoni dan Profesor Yehu Moran dari The Hebrew University of Jerusalem, bekerja sama dengan ilmuwan dari University of North Carolina at Charlotte, mempublikasikan temuan mereka di jurnal *Nature Ecology & Evolution*. Hasil studi ini bertentangan dengan gagasan yang telah lama diyakini bahwa hewan mewarisi satu sistem antivirus inti dari nenek moyang bersama, melainkan mengindikasikan adanya berbagai solusi evolusioner untuk menahan infeksi virus.

Dalam sistem pertahanan manusia dan vertebrata lainnya, salah satu mekanisme utama melawan virus melibatkan protein bernama MAVS. Protein ini berperan dalam memicu sistem kekebalan tubuh ketika virus terdeteksi. Untuk meneliti usia sistem pertahanan ini, para ilmuwan mempelajari anemon laut, hewan laut purba yang berpisah dari garis evolusi manusia lebih dari 600 juta tahun lalu.

Tim peneliti menemukan sebuah protein baru yang diberi nama CARDIB (CARD Inhibitor Binding protein). Awalnya, CARDIB tampak sangat mirip dengan MAVS, sehingga para peneliti menduga protein ini memiliki fungsi antivirus yang sama seperti pada manusia. Namun, dugaan tersebut ternyata keliru. Profesor Yehu Moran menjelaskan bahwa alih-alih mengaktifkan pertahanan antivirus, CARDIB justru menekan respons tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media sciencedaily.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.