Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terbaru yang diterbitkan dalam jurnal terkemuka menunjukkan bahwa strategi latihan yang paling efektif untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular orang dewasa adalah kombinasi seimbang antara latihan ketahanan (resistance training) dan latihan aerobik (kardio).
Penelitian ini menganalisis data gabungan dari puluhan uji coba terkontrol secara acak (RCT) yang melibatkan ribuan partisipan. Hasilnya menggarisbawahi bahwa sementara latihan aerobik secara konsisten memperbaiki VO2 max (kapasitas serapan oksigen maksimal) dan mengurangi tekanan darah sistolik, penambahan latihan ketahanan secara signifikan meningkatkan komposisi tubuh—terutama mengurangi lemak tubuh visceral—dan membantu mengoptimalkan respon insulin.
Para peneliti menyimpulkan bahwa rekomendasi umum untuk sesi olahraga mingguan perlu diperbarui. Alih-alih hanya menyarankan durasi kardio tertentu, panduan kesehatan harus secara eksplisit menekankan pentingnya memasukkan setidaknya dua sesi latihan kekuatan yang menargetkan kelompok otot utama setiap pekan. Sinergi keduanya tampaknya menciptakan efek adaptif yang melampaui penjumlahan efek latihan tunggal.
Dr. Evelyn Reed, penulis utama studi dari Institut Fisiologi Terapan, menyatakan, “Bagi individu yang ingin memitigasi risiko penyakit jantung dan metabolik secara komprehensif, rutinitas 'hanya lari' atau 'hanya angkat beban' tidak lagi dianggap sebagai pendekatan emas. Kita membutuhkan kedua stimulus tersebut untuk menghasilkan adaptasi sistemik yang paling kuat.” Studi ini kini menjadi rujukan utama bagi komunitas medis dan kebugaran global.