bytedaily
Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Penemuan Harta Karun Perak Viking Terbesar di Denmark Saat Renovasi Rumah

Redaksi 04 September 2026 28 views
Penemuan Harta Karun Perak Viking Terbesar di Denmark Saat Renovasi Rumah
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, seorang warga Denmark menemukan timbunan perak seberat lebih dari 18,5 kilogram ketika sedang melakukan renovasi teras di halaman belakang rumahnya. Analisis lebih lanjut mengindikasikan bahwa temuan ini merupakan timbunan perak dari Zaman Viking (793-1066 Masehi) yang terbesar yang pernah ditemukan di negara tersebut.

Harta karun tersebut terdiri dari sekitar 700 objek perak yang mencakup batangan, perhiasan, koin, dan miniatur palu Thor, yang memiliki kaitan dengan kepercayaan masyarakat Nordik kuno. Sekitar 320 dari objek tersebut ditemukan di dalam sebuah wadah tanah liat, sementara sisanya tersebar di sekitarnya. Ukuran temuan ini dilaporkan hampir tiga kali lipat dari timbunan perak Viking terbesar yang pernah tercatat di Denmark sebelumnya.

Salah satu batangan perak memiliki ukiran rune, sistem penulisan yang digunakan oleh masyarakat Skandinavia pada Zaman Viking. Ukiran tersebut bertuliskan "hutu", yang diduga merupakan nama atau penanda kepemilikan. Penemuan yang berusia sekitar 1.100 tahun ini terjadi di wilayah Rebild Kommune saat pemilik rumah sedang membersihkan area untuk pemasangan ubin teras.

Di antara koin-koin yang ditemukan, terdapat dua keping penny perak Anglo-Saxon dari masa pemerintahan Raja Edward (899-924 Masehi), yang mengindikasikan kemungkinan asal timbunan ini dari sekitar abad ke-10. Selain itu, juga ditemukan koin-koin dari peradaban Islam. Torben Sarauw, manajer warisan budaya di Museum Jutlanda Utara, menyatakan bahwa temuan ini memperkuat dugaan mengenai luasnya hubungan Denmark pada Zaman Viking dengan wilayah Eropa dan kawasan timur.

Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai praktik ekonomi dan cara masyarakat Denmark pada Zaman Viking mengelola serta menyimpan kekayaan mereka. Sarauw menjelaskan bahwa sebagian besar objek perak tersebut berfungsi sebagai alat tukar berdasarkan berat, seperti batangan perak, gelang, dan pecahan perak yang dapat dikelompokkan berdasarkan bobotnya. Ia menambahkan bahwa temuan ini bagaikan menemukan brankas dari Zaman Viking.

Para ahli menduga timbunan perak ini mungkin dikubur di dekat permukiman, di jalur yang kini sudah tidak ada, atau di lokasi yang lebih tersembunyi. Namun, investigasi lebih lanjut untuk menentukan alasan penguburan timbunan ini sulit dilakukan karena lokasi penemuan kini telah menjadi area padat penduduk. Saat ini, timbunan tersebut telah diserahkan kepada Museum Nasional Denmark untuk penelitian lebih lanjut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.