bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 12:17 WIB

Pensiunan 67 Tahun Menyesali Keputusan Pindah ke Apartemen, Ingin Beli Rumah Lagi

Redaksi 19 Mei 2026 1 views
Pensiunan 67 Tahun Menyesali Keputusan Pindah ke Apartemen, Ingin Beli Rumah Lagi
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, perdebatan mengenai keekonomisan membeli rumah versus menyewa telah berlangsung selama satu dekade terakhir seiring kenaikan biaya kepemilikan rumah. Namun, bagi sebagian pensiunan yang telah melakukan keduanya, ada kalanya mereka merindukan memiliki rumah sendiri setelah memilih untuk menyewa dan mengecilkan ukuran tempat tinggal (downsizing).

Peggy, seorang wanita berusia 67 tahun yang hidup sendiri, bercerai, dan memiliki anak-anak dewasa, kini mempertimbangkan untuk kembali membeli rumah, baik secara tunai maupun dengan hipotek. Tiga tahun lalu, ia menjual rumah tempat ia tinggal selama puluhan tahun dan membesarkan anak-anaknya, lalu pindah ke sebuah apartemen saat pensiun.

Peggy memiliki dana sebesar USD 500.000 dari hasil penjualan rumah sebelumnya, dan yakin bahwa investasi lainnya dapat menopangnya hingga usia 90 tahun. Ia merasa sempit di dapur apartemennya yang kecil dengan peralatan usang, serta dapat mendengar percakapan tetangga melalui dinding. Meskipun balkonnya dipenuhi tanaman, ia merindukan memiliki kebun sayur di halaman belakang.

Jika Peggy memilih untuk membeli rumah, ia memiliki beberapa keuntungan, seperti kebebasan mendekorasi sesuai keinginannya dan mendapatkan kembali halaman belakang. Pembelian tunai akan membuatnya bebas utang, berpotensi mendapatkan diskon, dan mempercepat proses pembelian. Laporan dari LendingTree menunjukkan bahwa menyewa lebih murah daripada memiliki rumah dengan hipotek di semua kota besar di Amerika Serikat.

Meskipun ada saran bahwa mengambil pinjaman enam digit setelah pensiun bukanlah ide yang buruk dan dapat meningkatkan potensi kekayaan melalui investasi, Peggy perlu mempertimbangkan usianya. Sebagai orang yang lebih tua, ia memiliki waktu yang lebih singkat di pasar untuk merealisasikan keuntungan dan mungkin memiliki toleransi risiko yang lebih rendah.

Pertimbangan utama bagi Peggy adalah berapa lama ia berencana tinggal di rumah yang akan dibelinya. Secara konvensional, dibutuhkan lima tahun untuk mendapatkan kembali ekuitas dari uang muka, biaya transaksi, dan biaya agen. Namun, dengan kenaikan pajak properti, utilitas, dan asuransi, serta perlambatan apresiasi rumah menjadi 2% pada tahun 2025, Realtor.com menyarankan untuk merencanakan tinggal di rumah setidaknya 10 tahun agar impas.

Redfin mencatat rata-rata apresiasi rumah di Amerika Serikat dari tahun 1967 hingga 2024 sekitar 4,27% per tahun, namun selalu ada fluktuasi. Mengingat usia Peggy, ia tidak memiliki kemewahan untuk menunggu melewati masa penurunan pasar.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.