bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max hadir dengan sejumlah peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, terutama pada aspek kecerdasan buatan, performa, daya tahan baterai, serta sistem kamera.
CEO Apple, John Ternus, menyatakan bahwa iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max mengusung teknologi Apple Intelligence yang baru, didukung oleh chip A20 Pro berbasis proses 2 nm. Chip ini dilengkapi CPU 6‑core, GPU 7‑core, serta dual Neural Engine 16‑core yang menghasilkan total 32‑core untuk pemrosesan AI, dan diklaim 40 % lebih cepat pada GPU dibandingkan chip A19 Pro generasi sebelumnya yang berbasis 3 nm.
Dari segi pendinginan, kedua model baru memakai sistem vapor‑chamber generasi terbaru yang tiga kali lebih besar daripada pada iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max, memungkinkan peningkatan performa berkelanjutan hingga 40 %.
Dynamic Island juga didesain ulang menjadi lebih kecil, dengan kemampuan menampilkan hingga tiga Live Activities secara bersamaan.
Desain eksternal tetap mempertahankan bodi aluminium dengan modul kamera besar, namun iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max hadir dengan warna yang seragam pada area kaca dan aluminium, meliputi hitam, perak, biru gletser, dan burgundi. Warna tersebut berbeda dari iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max yang menawarkan biru pekat, oranye kosmik, dan perak.
Ukuran layar tidak berubah; iPhone 18 Pro menggunakan panel LTPO Super Retina XDR OLED 120 Hz berukuran 6,3 inci, sementara iPhone 18 Pro Max memiliki layar 6,9 inci dengan teknologi ProMotion dan Always‑On Display.
Kamera utama 48 MP pada kedua model tetap menggunakan susunan yang sama dengan generasi sebelumnya, namun kini dilengkapi aperture variabel pertama kali di iPhone. Sistem aperture menggunakan enam bilah laser yang dapat beralih antar beberapa bukaan, dan pengguna dapat memilih empat nilai aperture secara manual melalui aplikasi Kamera.