bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:43 WIB

Perbandingan Nasib Pelatih Timnas Indonesia: Herdman Berbeda dengan Pendahulunya Pasca Tersingkir di Piala AFF

Redaksi 11 Agustus 2026 5 views
Perbandingan Nasib Pelatih Timnas Indonesia: Herdman Berbeda dengan Pendahulunya Pasca Tersingkir di Piala AFF
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menjadi satu-satunya juru taktik yang tidak dipecat oleh PSSI meskipun tersingkir pada fase grup Piala AFF 2026. Sejarah mencatat bahwa dalam enam kesempatan Indonesia gagal menembus babak semifinal Piala AFF, termasuk edisi 2026, pelatih yang memimpin tim selalu diberhentikan oleh PSSI.

Sebelumnya, pada Piala AFF 2007, Peter White tidak diperpanjang kontraknya setelah Indonesia tersingkir di fase grup. Kemudian, pada 2012, Nil Maizar didepak PSSI hanya beberapa hari setelah Indonesia gagal lolos grup di bawah kepemimpinannya, yang saat itu diwarnai kisruh dualisme kompetisi.

Dua tahun berselang, Alfred Riedl menjadi korban berikutnya. Meskipun skuad Indonesia saat itu terbatas karena pembatasan klub, Riedl tetap diberhentikan oleh PSSI pasca kegagalan di Piala AFF 2014.

Pada Piala AFF 2018, Bima Sakti yang menjabat sebagai pelatih pengganti Luis Milla mengalami nasib serupa. Performa tim yang dinilai berantakan membuat Bima menjadi sasaran kritik suporter dan tidak lagi dipercaya untuk menukangi Timnas Indonesia.

Hal yang sama juga dialami oleh Shin Tae Yong. Setelah gagal membawa skuad U-22 yang diproyeksikan untuk SEA Games 2025 lolos dari fase grup Piala AFF 2024, Shin Tae Yong dipecat oleh PSSI pada Januari 2025.

Namun, nasib John Herdman berbeda. Kegagalan di fase grup Piala AFF 2026 hanya berujung pada proses evaluasi. Ketua Umum PSSI masih menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan Herdman dalam mengembangkan Timnas Indonesia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.