bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:13 WIB

Pertamina Apresiasi Inovasi Pekerja, dari Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan

Redaksi 20 Juni 2026 10 views
Pertamina Apresiasi Inovasi Pekerja, dari Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Pertamina (Persero) telah menggelar puncak Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026 yang menampilkan ratusan gagasan inovatif dari para pekerjanya. Acara yang diselenggarakan di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, ini menyoroti ide-ide seperti pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat di masa depan serta pemanfaatan limbah makanan untuk menciptakan pelindung alat bor yang berpotensi menghemat miliaran rupiah dalam biaya operasional.

APQ Awards tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-16 dengan tema "Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value". Ajang adu gagasan ini diikuti oleh 915 perwira Pertamina yang terbagi dalam 120 gugus inovasi.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina, Andy Arvianto, menyatakan optimisme bahwa inovasi-inovasi yang dihasilkan akan memberikan dampak yang lebih besar dari sekadar efisiensi proses kerja. Upaya ini tidak hanya bertujuan memperbaiki proses internal perusahaan, tetapi juga untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui efisiensi biaya, keandalan operasional, dan penguatan kompetensi talenta.

Andy menambahkan bahwa APQ Awards berfungsi sebagai instrumen strategis yang mencerminkan kondisi inovasi dan mutu di seluruh entitas Pertamina Grup. Hasil penilaian dari ajang ini akan menjadi masukan bagi manajemen dalam memetakan kekuatan, kesenjangan, dan peluang perbaikan di seluruh lini organisasi.

Sejalan dengan tema yang diusung, APQ Awards juga berperan sebagai akselerator transformasi, mendorong setiap entitas untuk mencapai sistem yang utuh, serta meningkatkan keberlanjutan dan tata kelola perusahaan.

Pada tahun 2026, dewan juri APQ Awards memberikan penghargaan tertinggi Platinum kepada 40 gugus, diikuti oleh 53 gugus peraih predikat Gold, dan 27 gugus peraih Silver.

Salah satu inovasi unggulan datang dari Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap yang mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF), sebuah bahan bakar ramah lingkungan untuk pesawat terbang yang diolah dari minyak jelantah. Terobosan ini merupakan langkah konkret Pertamina dalam mendukung transisi energi dan bisnis rendah karbon menuju target Net Zero Emission.

Sementara itu, tim dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) meraih predikat Platinum melalui inovasi 'Skin Care' untuk peralatan rig. Inovasi ini berupa cairan anti-karat untuk alat pemboran yang dibuat dari limbah makanan dan diklaim mampu menghemat biaya operasional hingga Rp81 miliar.

Manager Organization & Quality Management PT PDSI, Riyan Tamara, menjelaskan bahwa inovasi 'Skin Care' lahir sebagai respons terhadap tantangan operasional di lapangan, di mana alat pemboran sangat rentan terhadap karat. Inovasi ini tidak hanya menjaga kualitas alat, tetapi juga mengurangi potensi pencemaran lingkungan dan beban limbah.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa ide-ide cemerlang dari para pekerja akan diintegrasikan ke dalam sistem manajemen pengetahuan perusahaan agar dapat direplikasi di unit-unit operasi lainnya di seluruh Indonesia. Ia menambahkan bahwa inovasi ini penting untuk menjaga ketahanan energi nasional melalui proses bisnis yang lebih cepat, efektif, dan optimal, serta akan dipantau melalui audit keberlanjutan pasca-kompetisi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.