bytedaily - PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan POSCO International Corporation melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon. Kesepakatan ini membuka peluang penjajakan potensi penerapan teknologi rendah karbon baik di Indonesia maupun di Korea Selatan.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, yang didampingi CEO POSCO International, Kye-In Lee, dalam penandatanganan di Korea Selatan, menegaskan bahwa kolaborasi ini krusial untuk memperkuat inisiatif global Pertamina dalam pengembangan teknologi rendah karbon. Langkah ini juga sejalan dengan upaya percepatan transisi energi yang berkelanjutan serta penguatan ketahanan energi nasional.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia, dengan pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi, sekaligus membuka peluang ekonomi karbon di masa depan,” ujar Simon.
Melalui MoU ini, kedua perusahaan akan mengeksplorasi berbagai potensi kolaborasi, termasuk pengembangan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), produksi Blue Hydrogen/Ammonia, dan sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Kajian teknis dan non-teknis terkait penerapan teknologi rendah karbon juga akan menjadi fokus kerja sama ini, yang diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Pemerintah.