bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, PT Pertamina (Persero) memberikan klarifikasi mengenai penetapan harga Pertamax yang tidak mengalami penurunan per 1 Juli 2026, berbeda dengan sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi lainnya. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa harga Pertamax ditetapkan berdasarkan formula yang diatur oleh pemerintah, serta mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia dan daya beli masyarakat.
Baron menekankan bahwa penyesuaian harga BBM dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pola perhitungan yang telah ditetapkan dalam peraturan menteri. Ia menyatakan bahwa perubahan harga yang terjadi pada 1 Juli didasarkan pada aturan, ketentuan, dan harga minyak dunia saat itu. Selain itu, kemampuan atau daya beli masyarakat juga menjadi faktor penting yang diperhitungkan dalam evaluasi berkala penyesuaian harga BBM.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga memang melakukan penyesuaian harga untuk beberapa BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan avtur. Pertamax Turbo turun dari Rp 20.750 menjadi Rp 19.300 per liter, Pertamina Dex dari Rp 24.800 menjadi Rp 21.150 per liter, Dexlite dari Rp 23.000 menjadi Rp 19.700 per liter, dan avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta turun dari Rp 22.190 menjadi Rp 19.190 per liter (sebelum pajak).
Dalam kesempatan yang sama, Baron juga mengungkapkan bahwa Pertamina terus memantau potensi perubahan pola konsumsi masyarakat pasca penyesuaian harga ini, termasuk kemungkinan peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite. Perusahaan secara berkelanjutan mengumpulkan data untuk melihat bagaimana penyaluran BBM nonsubsidi dan subsidi dilakukan.
Pertamina menegaskan bahwa evaluasi dan penyesuaian harga BBM akan terus dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan perkembangan pasar energi. Perusahaan berkomitmen untuk memastikan penyaluran energi kepada masyarakat tetap terjaga dengan mempertimbangkan keberlanjutan pasokan dan kondisi perekonomian nasional.