bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Pertamina Pastikan 56 SPBU di Flores Beroperasi Normal Pasca-Gempa

Redaksi 22 Agustus 2026 1 views
Pertamina Pastikan 56 SPBU di Flores Beroperasi Normal Pasca-Gempa
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi bahwa seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Flores telah kembali beroperasi melayani masyarakat pascagempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa 56 SPBU atau 100% dari total SPBU di Flores kini berfungsi normal.

Kondisi kelistrikan di SPBU juga dilaporkan telah pulih, sehingga sebagian besar tidak lagi memerlukan genset untuk operasionalnya. Kitty Andhora menjelaskan bahwa pemulihan ini merupakan hasil kerja cepat dan kolaboratif tim Pertamina dalam memulihkan sarana, fasilitas, membuka akses distribusi, serta menerapkan skema alih suplai guna menjamin pasokan energi bagi masyarakat.

Ke-56 SPBU yang beroperasi ini tersebar di delapan kabupaten di Flores, meliputi Ngada (6 SPBU), Manggarai (8 SPBU), Manggarai Timur (6 SPBU), Manggarai Barat (8 SPBU), Sikka (12 SPBU), Flores Timur (7 SPBU), Ende (5 SPBU), dan Nagekeo (4 SPBU). Dengan demikian, tidak ada lagi SPBU yang berstatus tidak operasional.

Pertamina juga telah mempercepat normalisasi jalur distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan mengerahkan 33 unit mobil tangki tambahan ke titik-titik terdampak, serta dukungan Awak Mobil Tangki dari wilayah lain untuk kelancaran distribusi. Koordinasi terus dilakukan dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan konsumen industri untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi, baik untuk penanganan bencana maupun aktivitas masyarakat.

Kitty menambahkan bahwa pemulihan layanan energi tidak hanya berfokus pada operasional SPBU, tetapi juga pada kelancaran rantai pasok. Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan stok, memperkuat distribusi, dan menyesuaikan pola suplai dengan kondisi lapangan hingga seluruh aktivitas energi di wilayah terdampak benar-benar pulih sepenuhnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.