bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite di Bali Aman Saat Ganjil-Genap

Redaksi 17 Oktober 2026 6 views
Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite di Bali Aman Saat Ganjil-Genap
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di Bali untuk mengurangi antrean di SPBU pada hari pertama penerapan aturan ganjil-genap bagi pembelian Pertalite. Perusahaan juga memastikan stok BBM tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM menjadi langkah bersama pemerintah daerah dan Pertamina untuk mengurai antrean. Sejak 15 Oktober, Pertamina juga meningkatkan kapasitas Pertamina Delivery Service (PDS), yang menyediakan layanan penjualan Pertalite secara literan di sejumlah SPBU.

Menurut Ahad, antrean di beberapa SPBU mulai berangsur membaik pada hari pertama pelaksanaan ganjil-genap. Antrean yang berkurang diharapkan turut melancarkan lalu lintas sehingga mobil tangki dapat menempuh perjalanan dari terminal dengan waktu lebih singkat.

Pertamina mengapresiasi dukungan aparat penegak hukum, khususnya TNI Kodam IX/Udayana dan Polda Bali, dalam mengawal mobil tangki menuju SPBU serta membantu penyaluran BBM melalui PDS.

Pertamina dan Pemprov Bali terus memantau kondisi antrean serta mengevaluasi pengaturan setiap hari. Evaluasi dilakukan dengan melihat panjang antrean, waktu tunggu kendaraan, dan kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Informasi layanan SPBU di Bali dapat diakses melalui akun Instagram @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali. Masyarakat juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk menyampaikan kendala atau memperoleh informasi layanan energi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.