bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.167,99 triliun untuk tahun buku 2025. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas bisnis energi nasional tetap stabil di tengah fluktuasi pasar energi global dan tantangan ekonomi industri migas.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (23/6/2026), Pertamina juga melaporkan perolehan EBITDA sebesar Rp188,33 triliun dan laba bersih senilai Rp55,20 triliun.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa pencapaian ini mengindikasikan kekuatan fundamental bisnis perusahaan dan efektivitas strategi yang diterapkan di seluruh lini usahanya. Menurutnya, kinerja tahun buku 2025 menunjukkan upaya Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong transisi ke energi rendah karbon, berkontribusi pada perekonomian, serta menjaga kesehatan dan keberlanjutan keuangan perusahaan.
Selain kinerja keuangan yang positif, Pertamina juga memberikan kontribusi kepada negara senilai Rp360,76 triliun melalui pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen. Perusahaan juga merealisasikan investasi domestik sekitar Rp97,20 triliun dan mencatat penyerapan Belanja Produk Dalam Negeri (PDN) sebesar Rp531,5 triliun.
Di sektor hulu, produksi minyak dan gas bumi Pertamina pada 2025 terjaga di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Sementara itu, sektor pengolahan mencatat yield valuable product sebesar 83,7 persen, meningkat dari tahun sebelumnya, dengan volume pengolahan mencapai 333 juta barel.
Sektor hilir Pertamina juga menunjukkan kinerja yang baik, dengan pasokan sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian. Bisnis gas mencatat volume transmisi 587 BSCF, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan volume niaga gas mencapai 305 juta MMBTU.
Dalam bidang logistik energi, volume kargo domestik dan internasional yang diangkut mencapai 172 juta kiloliter pada 2025. Pengembangan energi baru dan terbarukan terus berlanjut, dengan produksi listrik mencapai 8.711 GWh, meningkat 3 persen dari tahun sebelumnya.
Pertamina juga mengimplementasikan program dekarbonisasi di seluruh lini bisnis, yang berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton setara karbon dioksida (CO2e) sepanjang 2025, sebagai bagian dari dukungan terhadap target net zero emission (NZE).
Simon menambahkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dengan memperhatikan aspek ketersediaan, kemudahan akses, keterjangkauan harga, dan keberterimaan energi. Ia menekankan bahwa capaian ini mencerminkan tanggung jawab perusahaan untuk menyediakan energi yang andal bagi masyarakat, industri, dan sektor strategis penggerak perekonomian nasional.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham dan seluruh jajaran perusahaan atas dukungan dan kerja keras selama 2025. Ia menyatakan bahwa keputusan RUPS menjadi langkah penting bagi perjalanan perusahaan ke depan.