bytedaily
Rabu, 24 Juni 2026 - 18:11 WIB

Pemerintah Alokasikan Rp 6,26 Triliun untuk Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi

Redaksi 24 Juni 2026 2 views
Pemerintah Alokasikan Rp 6,26 Triliun untuk Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp 6,26 triliun untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi pada tahun ini. Dana ini dialokasikan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal II dan semester II 2026.

Menurut Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, anggaran tersebut terbagi menjadi Rp 4,14 triliun untuk Program Magang Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta, serta Rp 2,12 triliun untuk pelatihan vokasi yang diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kurnia Ramadhana menjelaskan bahwa dana Rp 4,14 triliun akan mencakup biaya uang saku bagi 150 ribu peserta magang selama enam bulan, dengan besaran uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum di daerah masing-masing. Selain itu, anggaran ini juga akan digunakan untuk sertifikasi kompetensi, biaya pelatihan, pendampingan mentor di tempat magang, serta dukungan operasional penyelenggaraan melalui ekosistem digital Maganghub dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Pemerintah juga sedang menjajaki kemungkinan skema berbagi biaya dengan perusahaan mitra, di mana sebagian gaji peserta magang akan ditanggung oleh perusahaan. Formulasi skema ini masih dalam tahap pembahasan.

Program Magang Nasional sendiri dijadwalkan akan dimulai pada Juli 2026. Target awal adalah menjaring sekitar 50 ribu peserta pada gelombang pertama, dengan pelaksanaan yang akan dibagi dalam beberapa tahap hingga mencapai total 150 ribu peserta.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.