bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Pertamina Salurkan 45 Alat Tenun untuk Perajin Desa Adat Sade

Redaksi 10 Oktober 2026 14 views
Pertamina Salurkan 45 Alat Tenun untuk Perajin Desa Adat Sade
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pertamina mendukung pemulihan warga Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, setelah kebakaran pada Agustus lalu. Bantuan berupa 45 alat tenun dan pendampingan pelatihan diberikan kepada perajin yang kehilangan peralatan serta tempat usaha.

Kebakaran tersebut merusak rumah warga dan sejumlah bangunan penunjang kegiatan ekonomi serta budaya, termasuk toko seni, lumbung, dan Bale Baleq. Peristiwa itu turut mengganggu mata pencaharian warga yang mengandalkan kegiatan menenun, penjualan suvenir, dan jasa pemandu wisata.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan kepada para perajin di panggung Festival, kawasan Pertamina Mandalika International Circuit. Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan bantuan tersebut ditujukan agar warga dapat kembali bekerja dan memulihkan sumber pendapatan keluarga. Ia menyebut tradisi tenun penting bagi penghidupan masyarakat sekaligus merupakan warisan budaya yang perlu dijaga.

Desa Adat Sade dikenal sebagai destinasi wisata budaya masyarakat Sasak di Lombok. Kain tenun buatan warga merupakan bagian dari identitas budaya desa sekaligus produk lokal yang menarik bagi wisatawan. Pertamina menyatakan ketersediaan alat tenun dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan produksi, sedangkan pelatihan diharapkan membantu perajin mengembangkan keterampilan dan kembali menjalankan usaha.

Arya juga menyampaikan bahwa dukungan Pertamina di Mandalika bertujuan agar masyarakat sekitar turut merasakan manfaat perkembangan pariwisata. Melalui program TJSL, perusahaan mendukung potensi lokal dan upaya menjaga tradisi tenun agar dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Sade, Thalib, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, alat tenun membantu warga memulai kembali kegiatan produksi, dengan harapan perajin dapat menghasilkan kain, memperoleh pendapatan, dan menyambut wisatawan dengan karya khas Desa Sade.

Aktivitas menenun yang kembali berjalan diharapkan ikut menggerakkan ekonomi desa, mulai dari produksi kain hingga penjualan kepada wisatawan, sekaligus mendukung pemulihan wisata budaya Desa Adat Sade.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.