bytedaily - Pertemuan para pemilik dan eksekutif Newcastle United yang berlangsung tertutup pekan ini menjadi sorotan, meskipun pihak klub menegaskan agenda tersebut merupakan pertemuan tahunan yang rutin. Menurut laporan bbc.com, pertemuan ini digelar di sebuah tempat di Northumberland, sama seperti agenda sebelumnya pada Februari 2025, dan telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya.
Agenda utama pertemuan ini adalah diskusi mengenai proyek infrastruktur dan rencana rekrutmen pemain. Selain itu, para petinggi klub juga membahas performa Newcastle yang merosot ke peringkat 14 Liga Primer Inggris dan strategi untuk bangkit. Pihak internal klub menekankan perlunya respons yang rasional dan analisis mendalam, bukan reaksi emosional.
Pelatih kepala Eddie Howe dijadwalkan memberikan pandangannya dalam pertemuan tersebut. Masa depan Howe memang tengah menjadi perbincangan menyusul rentetan sembilan kekalahan dari 12 pertandingan terakhir di liga. Howe sendiri mengakui bahwa pertemuan tahun ini akan terasa 'sedikit lebih sulit', namun ia menyambut baik kesempatan langka untuk berbicara langsung dengan Chairman Yasir Al-Rumayyan dan pemilik minoritas Jamie Reuben.
Howe, yang ditunjuk pada tahun 2021, berhasil mengakhiri penantian 70 tahun Newcastle untuk trofi domestik dengan memenangkan Piala Carabao musim lalu, serta membawa klub lolos ke Liga Champions pada 2023 dan 2025. Namun, musim ini menjadi yang paling menantang baginya, dengan Newcastle hanya unggul dari Burnley dan Wolves dalam hal jumlah kekalahan di Liga Primer.
Meskipun Howe dikenal mampu mengungguli tim dengan anggaran gaji lebih besar, Newcastle kini tertinggal dari Crystal Palace, Sunderland, Everton, Fulham, Brentford, Bournemouth, dan Brighton dengan empat pertandingan tersisa. Klub telah memainkan 54 pertandingan di semua kompetisi, sebuah rekor bagi tim yang mencapai babak 16 besar Liga Champions dan semifinal Piala Liga tiga kali dalam empat tahun.
Cedera pemain kunci seperti kapten Bruno Guimaraes di momen-momen krusial juga memengaruhi performa tim. Selain itu, Newcastle masih merasakan dampak dari bursa transfer musim panas lalu yang bergejolak. Kedatangan David Hopkinson dan Ross Wilson tidak dapat menutupi fakta bahwa klub beroperasi tanpa CEO dan direktur olahraga selama periode krusial tersebut.
Newcastle juga gagal mendatangkan sejumlah target utama, termasuk Joao Pedro, Hugo Ekitike, Benjamin Sesko, dan James Trafford. Investasi lebih dari 100 juta poundsterling untuk rekrutmen yang melibatkan Howe secara intensif belum memberikan hasil yang signifikan. Puncaknya, Alexander Isak dijual ke Liverpool pada hari terakhir bursa transfer setelah meminta pindah dengan rekor transfer Inggris sebesar 125 juta poundsterling.
Meskipun bursa transfer musim panas lalu sangat intens, diperkirakan akan ada lebih banyak aktivitas di bulan-bulan mendatang. Perombakan tim yang diperlukan akan menuntut strategi transfer yang cerdas, terutama mengingat aturan finansial yang berlaku.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.