bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Pesawat Listrik Terbesar Dunia Sukses Uji Coba Penerbangan Perdana, Target Komersial 2031

Redaksi 21 Agustus 2026 1 views
Pesawat Listrik Terbesar Dunia Sukses Uji Coba Penerbangan Perdana, Target Komersial 2031
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah pesawat listrik bertenaga baterai terbesar di dunia, yang diberi nama X1, telah berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (12/8) pekan lalu. Pesawat ini lepas landas dari Bandara Internasional Plattsburgh dan terbang selama 27 menit, mencapai ketinggian 335 meter di atas permukaan tanah.

Startup asal Swedia, Heart Aerospace, pengembang pesawat ini, menyatakan bahwa seluruh penerbangan tersebut sepenuhnya ditenagai oleh baterai listrik dengan biaya operasional sekitar US$5 atau setara Rp88 ribu. CEO Heart Aerospace, Anders Forslund, dalam pernyataannya pada Kamis (13/8), mengemukakan bahwa keberhasilan penerbangan perdana X1 merupakan demonstrasi kemampuan penerbangan listrik dalam skala pesawat komersial.

Forslund menambahkan bahwa pesawat listrik ini berpotensi menurunkan biaya perjalanan udara bagi penumpang dan akan membawa perubahan fundamental pada perekonomian maskapai penerbangan. Selain itu, pesawat listrik juga dinilai mampu mengurangi emisi karbon dari sektor penerbangan, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim, serta menawarkan keunggulan biaya di tengah kenaikan harga bahan bakar global.

"Ini adalah visi kami untuk membuat perjalanan udara lebih terjangkau, lebih sering, dan lebih ramah lingkungan," ujar Forslund. Pesawat X1 memiliki bentang sayap 32,3 meter dan mampu menahan beban maksimal 11.339 kilogram saat lepas landas. Pesawat ini merupakan wahana eksperimental Heart Aerospace untuk menyempurnakan model ES-30, yang lebih besar dan ditargetkan untuk beroperasi secara komersial pada tahun 2031.

Pengembangan ES-30 saat ini berlangsung di Los Angeles, dengan rencana uji terbang perdana pada tahun 2028. Proyek ini mendapat dukungan signifikan dari investor ternama seperti Air Canada dan United Airlines, yang menyatakan kesiapan untuk mengintegrasikan ES-30 ke dalam armada komersial mereka jika uji coba berhasil. CFO Air Canada, John Di Bert, menekankan pentingnya berbagai upaya dalam transisi energi penerbangan, termasuk efisiensi operasional, bahan bakar berkelanjutan, dan teknologi pesawat baru. Sementara itu, CFO United Airlines, Michael Leskinen, melihat potensi besar pesawat komersial listrik dalam meningkatkan pengalaman penumpang dan memperkuat bisnis maskapai.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.