bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Petrokimia Gresik melaporkan pencapaian peningkatan produksi pupuk sepanjang periode 2025 hingga semester I 2026. Kinerja positif ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk menggenjot investasi, mengoptimalkan efisiensi operasional, serta berkontribusi pada pencapaian target ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya memperkuat fundamental bisnisnya demi pertumbuhan yang berkelanjutan, di tengah berbagai tantangan global seperti isu geopolitik, perubahan iklim, serta volatilitas harga energi dan bahan baku. Upaya ini sejalan dengan tema HUT ke-54 Petrokimia Gresik, yaitu 'Growing the Future'.
Pada tahun 2025, realisasi produksi pupuk perusahaan mencapai 4,68 juta ton, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,47 juta ton. Tren positif ini berlanjut pada semester I 2026, dengan produksi terealisasi sebanyak 2,72 juta ton, melampaui angka 2,43 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk menopang peningkatan produksi ini, Petrokimia Gresik telah melaksanakan sejumlah investasi strategis. Salah satunya adalah modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V yang dilengkapi teknologi Flex-Phos. Teknologi ini memungkinkan satu fasilitas produksi untuk menghasilkan NPK Phonska, NPK Solid Granulation, dan pupuk fosfat, sehingga meningkatkan fleksibilitas produksi sesuai dengan permintaan pasar.
Di sektor hulu, perusahaan membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat dengan total kapasitas 40 ribu ton. Setelah proyek ini rampung, kapasitas penyimpanan perusahaan akan bertambah menjadi 100 ribu ton, yang bertujuan untuk memperkuat jaminan pasokan bahan baku.
Selain itu, Petrokimia Gresik juga memperkuat infrastruktur logistiknya melalui pembangunan Dermaga A. Dermaga baru ini mampu melayani kapal hingga 60 ribu deadweight tonnage (DWT) dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga tingkat utilisasi dermaga tetap optimal.