bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:32 WIB

PHK di Jawa Tengah Capai 6.604 Orang per Juli 2026, Sektor Garmen dan Tekstil Paling Terdampak

Redaksi 05 Agustus 2026 11 views
PHK di Jawa Tengah Capai 6.604 Orang per Juli 2026, Sektor Garmen dan Tekstil Paling Terdampak
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Aziz, melaporkan bahwa total Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di wilayahnya hingga akhir Juli 2026 telah mencapai 6.604 orang. Sektor industri garmen dan tekstil menjadi kontributor terbesar terhadap angka tersebut, menyumbang sebanyak 51,4 persen dari total PHK.

Lebih lanjut, Aziz merinci bahwa industri manufaktur dan mainan anak menyusul dengan 21,1 persen, industri kayu sebesar 12,5 persen, dan industri bulu mata sebesar 9,4 persen. Ia menjelaskan bahwa berbagai faktor menjadi penyebab terjadinya PHK, termasuk penutupan perusahaan akibat kerugian, penurunan jumlah pesanan, efisiensi operasional, kebangkrutan, serta kejadian luar biasa seperti kebakaran.

Secara spesifik, sektor garmen di Jateng mencatat dua perusahaan yang mengalami kebangkrutan karena kerugian berkelanjutan, yaitu PT Victory Apparel Semarang yang melakukan PHK terhadap 846 karyawannya, dan PT Samwon Busana Indonesia Jepara yang memberhentikan 684 pekerjanya. Aziz juga membandingkan angka PHK semester I 2026 dengan semester I 2025, menyatakan bahwa jumlah PHK tahun ini lebih rendah, dengan faktor PT Sritex pada tahun sebelumnya mempengaruhi angka yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Tengah per Juli 2026 tercatat sebesar 4,24 persen atau sekitar 950 ribu orang. Namun, Aziz menekankan bahwa tingkat serapan tenaga kerja pada semester I 2026 menunjukkan tren positif, mencapai 213 ribu orang, dengan industri tekstil, garmen, dan alas kaki masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar. Sepuluh daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi meliputi Kota Semarang, Kendal, Jepara, Brebes, Klaten, Kabupaten Tegal, Demak, Kabupaten Semarang, Karanganyar, dan Batang.

Data dari Disnakertrans Jateng hingga Juli 2026 menunjukkan terdapat 112 ribu orang yang sedang mencari pekerjaan, sementara jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia adalah 108 ribu.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.