bytedaily - Menjelang bergulirnya Piala Thomas dan Uber 2026, rekam jejak bulu tangkis beregu dunia menyoroti kembali kejayaan Indonesia di kancah internasional. Indonesia masih memegang status sebagai negara tersukses di Piala Thomas dengan koleksi 14 gelar juara, sebuah pencapaian prestisius yang terakhir kali diraih pada tahun 2020. Periode emas Indonesia terbentang dalam dua fase dominasi, yaitu empat gelar beruntun pada dekade 1970-an dan lima gelar beruntun dari 1994 hingga 2002, yang menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama. Total 22 kali penampilan di partai puncak semakin mengukuhkan konsistensi Merah Putih.
Namun, peta persaingan Piala Thomas kini semakin ketat dengan bangkitnya China yang telah mengumpulkan 11 gelar, termasuk periode dominasi lima kali berturut-turut dari 2004 hingga 2012, dan kembali menjadi juara pada edisi 2024. Negara-negara lain seperti Malaysia (5 gelar), Jepang, Denmark, dan India (masing-masing 1 gelar) turut mewarnai sejarah turnamen beregu putra paling bergengsi ini. Di sisi lain, Piala Uber secara historis dikuasai oleh China dengan 16 gelar, diikuti Jepang (6 gelar), sementara Indonesia mengoleksi tiga trofi yang diraih pada tahun 1975, 1994, dan 1996. Meskipun demikian, Indonesia tetap menjadi tim yang patut diperhitungkan di Piala Uber, terbukti dengan 16 kali menembus babak semifinal dan menjadi finalis pada edisi 2024.
Dengan dominasi negara-negara Asia yang masih terlihat jelas di kedua sektor, kecuali Denmark yang pernah menjuarai Piala Thomas, edisi 2026 yang akan diselenggarakan di Forum Horsens, Denmark, menjadi ajang pembuktian bagi Indonesia. Sejarah panjang dan persaingan ketat ini akan menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi skuad Garuda untuk kembali mengukir prestasi gemilang dan bersaing di level tertinggi bulu tangkis beregu dunia.