bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 05:43 WIB

Platform Vibe-Coding Lovable Janjikan Kenaikan Gaji Tahunan 10% untuk Karyawan

Redaksi 08 Mei 2026 11 views
Platform Vibe-Coding Lovable Janjikan Kenaikan Gaji Tahunan 10% untuk Karyawan
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, platform vibe-coding yang berbasis di Stockholm, Lovable, sedang mengalami pertumbuhan pendapatan yang pesat dan menerapkan kebijakan yang tidak umum di banyak perusahaan Amerika Serikat: janji kenaikan gaji tahunan sebesar 10% secara sukarela untuk semua karyawan pada hari jadi kerja mereka.

Di dunia korporat AS, karyawan umumnya tidak mendapatkan kenaikan gaji otomatis kecuali melalui serikat pekerja, dan itupun kenaikan 10% biasanya tersebar selama beberapa tahun dalam kontrak, bukan setiap tahun. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan yang memiliki rencana saham dan pembagian keuntungan, Lovable membagikan kekayaan melalui kenaikan gaji langsung, tanpa bergantung pada jadwal vesting atau karyawan yang harus mengeluarkan uang untuk mengkonversi opsi saham menjadi saham aktual.

Maryanne Caughey, pemimpin tim SDM Lovable, menyatakan bahwa program ini mencerminkan visi perusahaan untuk membangun entitas yang bertahan lama. "Ini berlaku untuk semua karyawan penuh waktu yang memenuhi ekspektasi kinerja pada hari jadi kerja mereka. Semakin lama seseorang bertahan di Lovable, semakin dalam mereka memahami perusahaan, berkontribusi pada momentumnya, dan membentuk budayanya," kata Caughey.

Meskipun kebijakan kenaikan gaji yang merata ini mungkin lebih mudah atau bahkan hanya mungkin dilakukan di perusahaan yang relatif kecil, Lovable saat ini memiliki 200 karyawan dan berencana menambah menjadi 400 pada akhir tahun. Perusahaan ini melaporkan pertumbuhan pendapatan berulang tahunan (ARR) yang sangat cepat, bahkan dalam beberapa bulan mencapai $100 juta. Lovable mengklaim pada bulan Maret telah melampaui $400 juta ARR dan memproyeksikan mencapai $1 miliar ARR pada akhir tahun ini. Produk vibe-coding mereka diluncurkan pada akhir 2024 dan telah menunjukkan performa yang luar biasa sejak saat itu.

Banyak perusahaan enggan mengikatkan kas mereka pada biaya operasional gaji yang permanen, dan lebih memilih kompensasi ekuitas yang tidak langsung membebani kas. Hal ini menjadi alasan utama mengapa startup cenderung memberikan opsi saham kepada karyawan daripada menaikkan gaji pokok.

Pendekatan Lovable ini dianggap sebagai pembalikan dari cara perusahaan Amerika memperlakukan karyawan secara default. Proses umum di sana adalah karyawan harus membuktikan nilai mereka berulang kali untuk mendapatkan kenaikan atau promosi, seringkali melalui tinjauan tahunan yang ketat. Budaya kerja keras (startup grind culture) bahkan lebih menuntut, di mana karyawan diharapkan bekerja lembur demi potensi peningkatan nilai saham.

Elena Verna, Head of Growth Lovable, berpendapat bahwa pendekatan perusahaan dapat mengurangi politik kantor yang beracun dan ketidakamanan kerja. "Karena kami tidak menganggap retensi sebagai hal yang pasti. Itu diperlakukan sebagai nilai yang bertambah yang secara aktif diakui dan dihargai. Anda tidak perlu membuktikan kembali nilai Anda setiap siklus. Jadi, semua orang dapat fokus melakukan pekerjaan terbaik dalam hidup mereka, bukan mengelola citra diri," ujar Verna.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.