bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memberikan penjelasan mengenai pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Surabaya selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu (17/6) hingga Jumat (19/6).
Gangguan pasokan listrik ini dilaporkan melanda sejumlah kawasan permukiman dan perkotaan di Surabaya, termasuk Simo Kwagean, Kebraon, Pakis Tirtosari, Kedondong, Lidah Wetan, GSI, Rungkut Mejoyo Selatan, Greges Jaya, Babatan Indah, Kedurus, Bintang Diponggo, Jambangan, Karangpilang, Pahlawan, Kutisari, dan Dukuh Kupang. Pemadaman serupa juga terjadi di Sidoarjo, tepatnya di kawasan Pepelegi Indah dan Sekardangan, serta di Gresik, meliputi Kota Baru Driyorejo dan Kartini.
Menurut Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Jawa Timur, Dana, kendala teknis pada pembangkit menjadi penyebab utama penurunan kapasitas suplai listrik ke wilayah-wilayah terdampak. "PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik," ujar Dana dalam keterangan resminya pada Jumat (19/6).
Sebagai langkah penanganan, PLN menerapkan skema manajemen beban untuk membatasi dampak yang lebih luas dan menjaga stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan. "Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal," jelas Dana.
Meskipun demikian, PLN tidak merinci pembangkit mana yang mengalami gangguan maupun perkiraan waktu pemulihan secara pasti. Dana menyatakan bahwa proses penanganan masih berlangsung dan melibatkan koordinasi lintas pihak. "Perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan," tambahnya.
Pemadaman listrik ini turut menimbulkan kekacauan lalu lintas di beberapa titik di Surabaya. Dua palang pintu kereta api otomatis di perlintasan sebidang Kota Surabaya, yakni JPL 1 Mayangkara dan JPL 17 Jagir, sempat tidak berfungsi pada Kamis (18/6). Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menuturkan pihaknya segera menambah personel pengamanan dan memasang rambu STOP secara manual untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Ia mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati.
Selain itu, tujuh simpang lampu lalu lintas di Surabaya juga dilaporkan padam pada Jumat (19/6), menyebabkan petugas Dinas Perhubungan Surabaya kewalahan. Titik-titik yang terdampak meliputi ID 126 Balongsari - Tandes, ID 15 Pucang Anom - Pucang Anom Timur, ID 6 Diponegoro - Kartini, dan ID 11 Bubutan - Temb.