bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih tim nasional Amerika Serikat (AS), Mauricio Pochettino, menyatakan bahwa persoalan kartu merah yang diterima Folarin Balogun tidak menjadi faktor utama kegagalan timnya di Piala Dunia 2026. AS harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor telak 1-4 pada babak 16 besar yang digelar di Stadion Seattle, Selasa (7/7) WIB. Meskipun Balogun kembali bermain setelah hukuman kartu merahnya ditangguhkan oleh FIFA, tim AS tetap tidak mampu berbuat banyak.
Pochettino mengungkapkan rasa frustrasi dan kekecewaannya terhadap pandangan publik mengenai situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa polemik seputar Balogun bukanlah alasan atas performa tim. "Ini bukan pembenaran dan kami tidak bisa beralasan," ujar Pochettino dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Pelatih asal Argentina ini justru menyoroti pesan negatif yang dilayangkan kepada Balogun dan timnya. Menurut Pochettino, tugasnya sebagai pelatih adalah merancang strategi berdasarkan ketersediaan pemain yang ada. "Posisi saya adalah untuk melatih tim, dan jika Balogun bisa main dan berdasarkan putusan [Komite] Disiplin FIFA mengizinkannya, maka ini bukan masalah," jelasnya.
Lebih lanjut, mantan pelatih Tottenham Hotspur ini masih merasakan dampak dari kekalahan timnya. Ia menekankan bahwa kekalahan tersebut merupakan hasil dari faktor kolektif. "Ini hari yang sangat buruk. Ini bukan hari kami dari sisi kolektif dan individu," katanya. Pochettino menambahkan, "Dan kami harus menerima hal-hal seperti ini jika terjadi. Tapi di turnamen selevel Piala Dunia, ketika ini terjadi, anda tidak akan dapat kesempatan lain."