bytedaily
Kamis, 09 Juli 2026 - 23:35 WIB

Prabowo Resmikan B50, Akui Kontribusi Kebijakan Lintas Pemerintahan

Redaksi 09 Juli 2026 3 views
Prabowo Resmikan B50, Akui Kontribusi Kebijakan Lintas Pemerintahan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Presiden Prabowo Subianto meresmikan program mandatori Biodiesel B50 dengan menekankan bahwa inisiatif ini merupakan hasil dari kesinambungan kebijakan yang telah berjalan lintas pemerintahan. Menurut Presiden Prabowo, program ini dirintis pada masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dilanjutkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan kini memasuki tahap implementasi B50 di bawah pemerintahannya.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa pengembangan biodiesel sangat bergantung pada kontribusi para pendahulunya. Ia menganggap implementasi B50 sebagai bukti krusialnya kesinambungan kebijakan dalam upaya pembangunan nasional. "Ini juga prestasi pemerintah-pemerintah sebelum saya, karena ini kita canangkan sudah dari 2008. Itu pemerintahan SBY, dilanjutkan pemerintahan Jokowi, di ujungnya saya teruskan. Ibarat ini adalah estafet," ujar Prabowo saat peresmian di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026).

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa kemajuan pembangunan nasional tidak akan tercapai jika setiap pemerintahan selalu memulai dari nol. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menghargai fondasi yang telah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya. Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghentikan kebiasaan saling mencela atau merendahkan hasil kerja pihak lain. "Jangan caci maki, jangan menghina orang, jangan apalagi fitnah. Pasti ada karena manusia itu selalu ada Pandawa dan Kurawa. Ada yang memilih jalan yang jahat, ada yang memilih jalan yang baik. Kita berada di jalan yang lurus, di atas jalan yang benar," tegasnya.

Program mandatori Biodiesel B50 secara resmi diluncurkan pada Kamis (9/7/2026), menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel dengan kandungan 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit. Presiden Prabowo menilai pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam penguatan kemandirian energi nasional dan berharap pengembangan biodiesel dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.