bytedaily
Kamis, 09 Juli 2026 - 20:15 WIB

BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Besar di Papua, Presiden Nilai Sebagai Modal Penting Masa Depan

Redaksi 09 Juli 2026 1 views
BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Besar di Papua, Presiden Nilai Sebagai Modal Penting Masa Depan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa tim ekspedisi ilmiah yang dipimpin oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah perguruan tinggi dan didukung oleh TNI, telah menemukan cadangan emas serta berbagai mineral dalam jumlah besar di wilayah pegunungan Papua. Presiden menilai penemuan ini merupakan modal yang sangat penting bagi masa depan Indonesia.

Menurut keterangan Presiden, laporan mengenai temuan tersebut baru diterimanya beberapa jam sebelum acara peresmian Program Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat. Ekspedisi yang baru berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu tersebut berhasil mengidentifikasi cadangan sumber daya alam yang signifikan.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa penemuan ini semakin memperkuat optimisme terhadap prospek perekonomian nasional. Ia menekankan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan pentingnya pengelolaan yang optimal demi kemakmuran rakyat. Pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya alam nasional sembari memperbaiki tata kelola agar kekayaan alam memberikan manfaat maksimal bagi negara.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa pemberantasan korupsi, penyelundupan sumber daya alam, peredaran narkotika, dan praktik perjudian akan tetap menjadi prioritas pemerintah. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah kebocoran kekayaan alam Indonesia. Presiden meyakini Indonesia memiliki seluruh modal, mulai dari energi, mineral, hingga pangan, untuk menjadi negara maju, dan pemerintah akan terus menjaga kekayaan nasional demi kesejahteraan masyarakat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.