bytedaily
Kamis, 09 Juli 2026 - 19:32 WIB

Rupiah Tertekan dan Ditutup Melemah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Redaksi 09 Juli 2026 4 views
Rupiah Tertekan dan Ditutup Melemah di Level Rp18.128 per Dolar AS
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, nilai tukar rupiah tercatat berada di angka Rp18.128 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Kamis (9/7). Mata uang Indonesia ini mengalami pelemahan sebesar 114 poin atau setara dengan 0,63 persen jika dibandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sore ini dilaporkan sejalan dengan tren mata uang negara-negara Asia lainnya yang menunjukkan variasi terhadap dolar AS. Yuan China tercatat menguat 0,14 persen, disusul oleh ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang masing-masing terapresiasi 0,09 persen, serta yen Jepang yang menguat 0,17 persen.

Di sisi lain, peso Filipina mengalami pelemahan 0,19 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,37 persen, sementara dolar Hong Kong bergerak stagnan.

Sementara itu, di antara mata uang negara maju, pergerakannya juga beragam. Euro menguat 0,17 persen, poundsterling Inggris naik 0,21 persen, dolar Australia terapresiasi 0,12 persen, dan franc Swiss menunjukkan penguatan sebesar 0,30 persen. Namun, dolar Kanada justru melemah 0,08 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh gabungan sentimen domestik dan global. "Rupiah ditutup melemah dipengaruhi sentimen domestik maupun eksternal. Dari dalam negeri, penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen dan data penjualan ritel Indonesia menekan pergerakan rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Lukman menambahkan, "Sementara dari eksternal, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia turut memicu tekanan terhadap rupiah."


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.